Sabtu, 24 Februari 2018

Doa Untuk Jenazah Anak Kecil

Doa Untuk Jenazah Anak Kecil

اَللَّهُمَّ أَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Ya Allah, lindungilah dia dari siksa kubur.” [1]

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا. اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ

“Ya Allah! Jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala pendahulu dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah! Dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan.” [2]

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

“Ya Allah! Jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami” [3]

[1]HR. Malik dalam Al-Muwaththa’ I/288, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 3/217, dan Al-Baihaqi 4/9. Syu’aib Al-Arnauth menyatakan, isnad hadits di atas shahih dalam tahqiqnya terhadap Syarhus Sunnah, karya Al-Baghawi 5/357
[2]Lihat Al-Mughni, karya Ibnu Qudamah 3/416 dan Ad-Durusul Muhimmah li ‘Aammatil Ummah, oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, halaman 15
[3]HR. Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 5/357, Abdurrazaq no. 6588 dan Al- Bukhari meriwayatkan hadits tersebut secara mu’allaqdalam Kitab Al-Janaiz, 65 babMembaca Fatihatul Kitab Atas Jenazah 2/113.

Kamis, 22 Februari 2018

Doa untuk Orang yang Memberikan Sedekah

Doa untuk Orang yang Memberikan Sedekah

اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيهِ وَفِي أَمْوَالِهِ

“Ya Allah berkahilah dia dan hartanya”

Hadits Muslim 1791

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى ح و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرٍو وَهُوَ ابْنُ مُرَّةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أَوْفَى قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ قَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ فَأَتَاهُ أَبِي أَبُو أَوْفَى بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى ح و حَدَّثَنَاه ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ شُعْبَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ صَلِّ عَلَيْهِمْ

ALLAHUMMA SHALLI 'ALAIHIM (Ya Allah, bershalawatlah atas mereka). Kemudian bapakku Abu Aufa mendatangi beliau (dengan membawa sedekah), maka beliau pun mendo'akan: ALLAHUMMA SHALLII 'ALA `AALI ABII AUFA (Ya Allah berilah rahmat kepada keluarga Abu Aufa). -dalam jalur lain- Telah menceritakannya kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris dari Syu'bah dgn isnad ini, hanya saja ia berkata; SHALLI 'ALAIHIM (Bershalawatlah atas mereka). [HR. Muslim No.1791].

Hadits Muslim No.1791 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] dan [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Amru An Naqid] dan [Ishaq bin Ibrahim] - [Yahya] berkata- telah mengabarkan kepada kami [Waki'] dari [Syu'bah] dari [Amru bin Murrah] ia berkata, saya mendengar [Abdullah bin Abu Aufa] -dalam jalur lain- Dan Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz] -lafazh miliknya- Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Syu'bah] dari [Amru bin Murrah] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Aufa] ia berkata; Apabila seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa sedekahnya, maka beliau mendo'akan; "ALLAHUMMA SHALLI 'ALAIHIM (Ya Allah, bershalawatlah atas mereka)." Kemudian bapakku Abu Aufa mendatangi beliau (dengan membawa sedekah), maka beliau pun mendo'akan: "ALLAHUMMA SHALLII 'ALA `AALI ABII AUFA (Ya Allah berilah rahmat kepada keluarga Abu Aufa)." -dalam jalur lain- Telah menceritakannya kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Idris] dari [Syu'bah] dengan isnad ini, hanya saja ia berkata; "SHALLI 'ALAIHIM (Bershalawatlah atas mereka)."]]]

Doa Malaikat Untuk Orang Yang Bersedekah

Do'a Malaikat Untuk Orang Yang Bersedekah

Perlu dipahami bahwa doa malaikat adalah doa yang mustajab, benar-benar mudah diijabahi atau dikabulkan. Doa tersebut ditujukan pada orang yang memperhatikan nafkah. Ibnu Batthol menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah mengeluarkan infak yang wajib seperti nafkah untuk keluarga dan nafkah untuk menjalin hubungan kekerabatan (silaturahim). Doa malaikat itu mudah terkabul, dalilnya adalah berikut ini : فَمَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Siapa yang bacaan aminnya itu seiringan dengan amin malaikat, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 6402)           Doa malaikat itu doa yang mustajab. Di antara doanya, malaikat akan mendoakan yang memperhatikan nafkah keluarga dan gemar sedekah agar mendapatkan ganti dan memperoleh keberkahan. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا “Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010) A.    Mengeluarkan Nafkah dan Rajin Sedekah Akan Diganti Adapun dikatakan dalam hadits bahwa orang yang rajin bersedekah atau berinfak dan yang dimaksudkan adalah seperti kata Ibnu Batthol di atas, maka Allah akan memberi ganti padanya. Berarti siapa yang beri nafkah pada keluarga, pada kerabat, dan rajin pula mengeluarkan sedekah sunnah, maka malaikat akan mendoakan supaya orang tersebut mendapatkan ganti. Hal ini serupa seperti yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an, قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’: 39). Maksud ayat, siapa saja yang mengeluarkan nafkah dalam ketaatan pada Allah, maka akan diberi ganti. Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ “Allah Tabaraka wa Ta’ala: Wahai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993) B.     Enggan Menunaikan Nafkah dan Enggan Sedekah Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits doa malaikat di atas dalam Syarh Shahih Muslim, قَالَ الْعُلَمَاء : هَذَا فِي الْإِنْفَاق فِي الطَّاعَات وَمَكَارِم الْأَخْلَاق وَعَلَى الْعِيَال وَالضِّيفَان وَالصَّدَقَات وَنَحْو ذَلِكَ ، بِحَيْثُ لَا يُذَمُّ وَلَا يُسَمَّى سَرَفًا ، وَالْإِمْسَاك الْمَذْمُوم هُوَ الْإِمْسَاك عَنْ هَذَا . “Para ulama menyatakan bahwa infak yang dimaksud adalah infak dalam ketaatan, infak untuk menunjukkan akhlak yang mulia, infak pada keluarga, infak pada orang-orang yang lemah, serta lainnya. Selama infak tersebut tidaklah berlebihan, alias boros. Adapun enggan berinfak, yaitu enggan mengeluarkan untuk nafkah dan semisal itu.” Hadits yang kita kaji menunjukkan keutamaan orang yang memperhatikan nafkah pada keluarga dengan baik, juga pujian bagi orang yang rajin sedekah. Sedangkan yang enggan memberikan nafkah kepada keluarga mendapatkan doa jelek dari malaikat, yaitu didoakan kebangkrutan atau kehancuran. Sedekah adalah salah satu amal ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Menurut al-Qur'an dan hadis, sedekah memiliki berbagai macam keutamaan dan manfaat sesuai yang telah Allah janjikan kepada kita, berikut ini:  1.      Sedekah dapat Menghapus Dosa Dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” [HR. Tirmidzi] Sedekah dapat menghapus dosa, namun hal itu juga harus disertai dengan taubat atas dosa yang telah dilakukan. Orang yang dengan sengaja melakukan maksiat seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim dan lain sebagainya tidak berlaku sedekahnya apabila ia bersedekah hanya bertujuan agar dosa-dosanya impas. 2.       Mendapatkan Naungan di Hari Akhir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah: “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” [HR. Bukhari] 3.      Allah Melipatgandakan Pahala Orang yang Bersedekah Janji Allah selanjutnya bagi orang yang gemar bersedekah adalah Allah akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT. “Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” [QS. Al-Hadid ayat 18] 4.      Terdapat Pintu Surga yang Hanya dapat Dimasuki Orang yang Bersedekah Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan” Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” [HR. Bukhari dan Muslim] 5.      Dapat Membebaskannya dari Siksa Kubur Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” [HR. Ath-Thabrani] 6.      Menjauhkan Diri dari Api Neraka Sesungguhnya sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka. Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita darinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” [HR. Bukhari dan Muslim] Penulis menyampaikan bahwa esensinya adalah sedekah bisa dilakukan dengan apa saja, karena sedekah tidak hanya dilakukan dengan cara memberikan sesuatu. Namun, dapat juga dilakukan baik dengan memberikan jasa, menolong orang lain dan sebagainya asal dilakukan dengan ikhlas. Bahkan dalam sebuah hadits digambarkan “Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah sedekah.” Semoga kita bisa memperhatikan kewajiban dalam hal menunaikan nafkah dan terus gemar sedekah.

Rabu, 14 Februari 2018

MOTTO HIDUP DALAM BAHASA INGRIS DAN ARTINYA

CONTOH – CONTOH MOTTO HIDUP DALAM BAHASA INGRIS DAN ARTINYA

Do the best and pray. God will take care of the rest. (Lakukan yang terbaik, kemudian berdoalah. Tuhan yang akan mengurus sisanya.)There is no limit of struggling. (Tidak ada batasan dari perjuangan.)Better to feel how hard education is at this time rather than fell the bitterness of stupidity, later. (Lebih baik merasakan sulitnya pendidikan sekarang daripada rasa pahitnya kebodohan kelak.)It only takes a smile to hide a million tears. (Hanya dibutuhkan sebuah senyum untuk menyembunyikan satu juta air mata.)Learn from the past, live for today and plan for tomorrow. (Belajar dari masa lalu, hidup untuk sekarang, dan berencana untuk hari esok.)Smile is a simple way of enjoying life. (Senyum adalah sebuah cara sederhana untuk menikmati hidup.)Do a kindness right now. (Lakukanlah hal baik sekarang juga.)Use your youth as good as possible. (Gunakan masa muda sebaik mungkin.)You cannot live without love. (Anda tidak mungkin hidup tanpa cinta.)Sincere is an invaluable wealth. (Ikhlas adalah sesuatu yang tak ternilai harganya.)Never say never. (Jangan pernah berkata tidak.)Patience is needed when you want to achieve a success. (Kesabaran sangat dibutuhkan saat anda ingin mencapai sebuah kesuksesan.)An anction is the foundation of a success. (Sebuah tindakan adalah dasar dari sebuah keberhasilan.)After your failure there is a sign of your success. (Setelah kegagalan ada tanda keberhasilan)Where There’s a will, There’s a way. (Dimana ada kemauan, disitulah ada jalan)Live with passion today and everyday. (Hiduplah penuh semangat untuk hari ini dan setiap hari)Our parents are the greatest gift in a life. (Orang tua kita merupakan anugerah terbesar dalam kehidupan.)Do your best at any moment that you have. (Lakukan yang terbaik di setiap waktu yang anda miliki.)Every Action has an Equal and Opposite Reaction. (Setiap tindakan akan mendapatkan balasan yang sama)If he can do it, so can I. (jika orang lain bisa, saya juga bisa)Intelligence is not the determinant of success, but hard work is the real determinant of your success. (Kecerdasan bukan penentu kesuksesan, tetapi kerja keras merupakan penentu kesuksesanmu yang sebenarnya.)Believe me, after your failure there is a sign of your success. (Percayalah, setelah kegagalan ada sebuah petanda kesuksesan.)Learn from the mistakes in the past, try by using a different way, and always hope for a successful future. (Belajarlah dari kesalahan di masa lalu, mencoba dengan cara yang berbeda, dan selalu berharap untuk sebuah kesuksesan di masa depan.)The Intelligent people can lose because of the tenacity of the fools. (Orang cerdas bisa kalah karena keuletan orang bodoh.)Happiness is not how much money we have, but how much time we can be thankful. (Kebahagiaan bukanlah seberapa banyak uang yang kita miliki namun seberapa banyak kita mampu bersyukur.)Stop dreaming and start doing. (Berhenti berkhayal dan mulai melakukan.)If opportunity does not come to you, then create it. (Jika kesempatan tidak menghampiri Anda, maka ciptakanlah.)Everything will be okay in the end, if its not okay, its not the end. (Semua akan baik baik saja pada akhirnya, jika tidak baik baik saja, maka ini bukan akhir.)You need to step outside, get some fresh air, and remind your self of who you are and who you want to be. (Kamu perlu untuk melangkah keluar, hrup udara segar dan mengingat siapa dirimu dan ingin menjadi apa.)The best revenge for the people who have insulted you is the success that you can show them later. (Balas dendam terbaik untuk orang-orang yang telah menghinamu adalah kesuksesan yang dapat kamu tunjukkan kepada mereka di masa depan nanti.)When you have never made ​​a mistake, it means you have not tried anything. (Ketika anda tidak pernah melakukan kesalahan, itu berarti anda tidak pernah mencoba hal apapun).Our parents are the greatest gift in a life (Orang tua kita adalah anugerah terbesar di dalam sebuah kehidupan.)A wealth without a religion is a blind. (Harta tanpa agama adalah sebuah kebutaan.)The best sword that you have is a limitless patience. (Pedang terbaik yang Anda miliki adalah kesabaran tanpa batas.)The more you give, the more you will get. (Semakin banyak Anda yang Anda berikan, semakin banyak pengetahuan yang akan anda dapatkan.)Think big, and act now. (Berpikirlah besar, dan bertindakah sekarang.)Do your best at any moment that you have. (Lakukan yang terbaik pada setiap saat yang kamu miliki.)Telling the truth is a simple way to have a peaceful life. (Berkata dengan jujur adalah cara yang sederhana untuk hidup damai.)Don’t put until tomorrow what you can do today. (Jangan tunggu sampai hari esok apa yang bisa kamu lakukan sekarang.)Do not endure your life, you have to enjoy it. (Jangan bertahan dalam hidup kamu, kamu harus menikmatinya.)People will be mature with the damage not with the years. (Orang akan menjadi dewasa dengan gesekan dan masalah but dengan tahun.)Kill them with your success, then bury them with a smile. (Bunuh mereka dengan kesuksesan kamu, kemdian kubur mereka dengan sebuah senyuman.)Better to be kicked with the truth than hugged with a lie. (Lebih baik ditendang dengan kejujuran daripada dipeluk dengan kebohongan.)Do not try to be same, but be better. (Jangan mencoba untuk menjadi sama, tetapi jadilah lebih baik.)Fall down six times, get up seven. (Jatuh enam kali, bangkit tujuh kali.)Never say maybe if you surely want to say no. (Jangan pernah berkata “mungkin” ketika kamu yakin ingin berkata “tidak”.)Do not dream about your success. You have to work for it. (Jangan bermimpi kesuksesan. Kamu harus berkerja untuk itu.)Stop underestimating yourself. (Berehentilah meremehkan diri kamu sendiri.)You will never fall if you are afraid to climb. But there is no joy in living your entire life on the ground. (Kamu tidak akn pernah jatuh jika kamu takut untuk memanjat. Tapi tidak akan ada kebahagiaan ketika kamu hanya hidup di tanah.)

A goal without any plan is only a wish. (Sebuah goal tanpa adanya rencana hanyalah sebuah harapan.)

“Be as yourself as you want”

Jadilah dirimu sebagaimana yang kau inginka

“Success needs a process.”

Kesuksesan itu membutuhkan suatu proses.

“Courage take distance higher than Inteligent.”

Kesuksesan itu jauh lebih tinggi dibandingkan Kecerdasan

“Eat Failure, and you will know the taste of success.”

Anda tidak akan mengetahui apa itu kesuksesan sebelum merasakan kegagalan.

“Think as big as galaxy!”

Berpikirlah luas!

“Love doesn’t speak, but means anything.”

Cinta itu tidak dapat berbicara, tetapi berarti segalanya.

“Success is not a final, only an achievement.”

Kesuksesan itu bukanlah akhir segalanya, tetapi hanya sebuah pencapaian.

“Work hard, Play hard”

Bekerja Keraslah!

“As ant do a million step to get sugar”

Berusahalah dalam melakukan sesuatu

“When action is equivalent to success”

Kesuksesan berbanding lurus pada tindakan yang dilakukan

“Mistakes teach how to get the key.”

Kesalahan mengajakkan kita untuk lebih baik

“A happiness can not bought by money.”

Uang bukanlah segalanya

“One leave is better than one gold”

Kemakmuran itu bukan hanya soal uang

“Intelligence is not the measurement, but intelligence support all!

Kecerdasan bukanlah tolak ukur kesuksesan, tetapi dengan menjadi cerdas kita bisa menggapai kesuksesan.

“Elementary student bought car, college student drive a car”

Latar belakang pendidikan bukanlah tolak ukur kesuksesan seseorang.

“Baby can learn what mom speaks, Adults break the law.”

Hiduplah disiplin.

“One rice can give 1000 of life”

Memberi itu lebih baik dari pada menerima.

Think big thoughts, but relish small pleasures ( Berpikirkan yang besar, tapi tetap menikmati kesenangan yang kecil ).

Don’t put till tommorow what you can do today ( Jangan tunggu sampai besok apa yang bisa kamu lakukan hari ini ).
“Happiness cannot bought by money, but a peace of mind and soul” Uang bukanlah segalanya, namun sebuah ketenangan pikiran dan jiwa.

 “Success is not a final and failure is not an initial” Kesuksesan bukanlah sebuah akhir dan kegagalan bukanlah sebuah awal.

 “The more you give, the more you will get” Semakin banyak yang kamu berikan maka semakin banyak yang akan kamu dapatkan.

 “Always be yourself no matter what they say and never be anyone else even if they look better than you”Selalu jadi diri sendiri tidak peduli apa yang mereka katakan dan jangan pernah menjadi orang lain meskipun mereka tampak lebih baik dari Anda.

“Learn from the past, live for the today, and plan for tomorrow” Belajarlah dari masa lalu, hiduplah di masa sekarang dan rencanakan untuk hari esok.

 “Telling the truth is a simple way to have a peaceful of life” Berbicara jujur adalah jalan termudah untuk mendapatkan kedamaian hidup.

 “The best pleasure in life is doing what people say you cannot do”Kenikmatan terbaik di dalam hidup adalah melakukan apa yang orang katakan kamu tidak bisa lakukan.

The best sword that you have is a limitless patience. ( Pedang terbaik yang kamu miliki adalah kesabaran yang tanpa batas. )

The more you give, the more you will get. ( Semakin banyak yang kamu berikan, semakin banyak pula pengetahuan yang akan anda dapatkan. )

God is never wrong in giving the sustenance. ( Tuhan tidak pernah salah dalam memberikan rezeki. )

Happiness cannot bought by money, but a peace of mind and Seoul. ( Uang bukan segalanya, namun sebuah ketenangan pikiran dan jiwa )

Policy and goodness is the best shield. ( Kebijakan dan kebajikaan adalah pelindung terbaik. )

Only stupidity that underestimates Education. ( Hanya kebodohan yang meremehkan pendidikan. )

Failure occurs only when we give up. ( Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah )

Education is the best equipment for the old day. ( Pendidikan merupakan perlengkapan terbaik untuk hari tua. )

“To get a success, your courage must be greater than your fear” Untuk mendapatkan kesuksesan, keberanianmu harus lebih besar daripada ketakutanmu.

 “Think big and act now” Berpikirlah besar dan bertindaklah sekarang.

 

Istri-Istri Rasulullah Saw

Istri-Istri Rasulullah Saw

Sebagai seorang nabi dan rasul, Rasulullah Saw juga memiliki sifat basyariyah yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupannya sebagai manusia, termasuk menikah dan memiliki keturunan. Tentu sebagai manusia yang diberikan amanah dan tanggung jawab besar dari Allah Swt untuk berdakwah, Rasul memiliki orang-orang terdekat yang selalu mendukung dan membantu perjuangan dakwah beliau, siapa lagi kalau bukan istri-istrinya.

Dalam kitab Aqidatul Awam disebutkan bahwa jumlah keseluruh istri Rasulullah Saw ada 11, dari sebelas istri tersebut, kedua istrinya lebih dahulu wafat mendahului Rasul, sedangkan sembilan istri yang lain, wafat setelah Rasul. siapa saja mereka?

عن تسع نسوة وفاة المصطفي # خيرنا فاخترنا النبي المقتفي

عائشة وحفصة وسودة # صفية ميمونة ورملة

هند وزينب كذا جويرية # للمؤمنين أمهات مرضية

“Nabi wafat para isteri memilih; Menganut Nabi Muhammad yang terpilih. Mereka Aisyah, Khafsah, dan Saudah; Lalu Sofiyah, Maimunah, dan Romlah. Hindun dan Zainab serta Juwairiya; Bagi mukmin mereka ibu yang diridla.”

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki menjelaskan secara singkat 11 profil istri-istri Rasul ini dalam karyanya yang berjudul Jalaul Afham fi Syarh Aqidatil Awam.

1. Khadijah binti Khuwailid.

Ia merupakan istri pertama Rasulullah Saw. Khadijah merupakan janda dari Abu Halah. Sebelum bersama Rasul, Khadijah terlebih dahulu memiliki putra-putri hasil buah cintanya dengan Abu Halah. Mereka adalah Hindun binti Abu Halah dan Zainab binti Abu Halah.

Sebelum menikah dengan Abu Halah, Khadijah juga pernah menikah dengan Atiq bin Aid dan memiliki dua orang anak: Abdullah dan Jariyah. Sehingga total putra-putri Khadijah sebelum menikah dengan Rasul berjumlah empat orang. Uniknya, Khadijah merupakan satu-satunya istri Rasul Saw yang tidak pernah dimadu oleh Rasul hingga Khadijah wafat.

2. Zainab binti Khuzaimah

Ia merupakan saudara seibu dari Maimunah binti al-Kharis. Ia dijuluki Ummu Masakin karena kasih sayangnya terhadap para fakir miskin. Sayangnya, kebersamaannya bersama Rasul tidak cukup lama. Ia hanya merasakan kehidupan bersama Rasul selama dua hingga tiga bulan sebelum akhirnya wafat.

Dua orang di atas merupakan istri-istri Rasul yang wafat sebelum Rasul.

3. Aisyah binti Abu Bakar

Rasulullah menikahinya ketika di Mekkah pada saat ia masih berumur tujuh tahun. Kemudian tinggal bersama Rasul di Madinah pada umur sembilan tahun, sekitar delapan bulan setelah hijrah.

Aisyah adalah satu-satunya istri Rasul Saw yang masih perawan. Selain itu, ia merupakan istri yang sangat dicintai Rasul Saw. setelah Khadijah.

Ia wafat pada umur 67 Tahun, tepatnya pada bulan Ramadhan 58 H. Ia dimakamkan di Baqi pada masa pemerintahan khalifah Abdul Marwan bin Hakam.

4. Hafsah binti Umar bin Khattab

Ia menikah dengan Rasul Saw setelah menjadi janda karena ditinggal wafat oleh suami sebelumnya, Khunais bin Khudzafah as-Sahmi. Ia dinikahi Rasul saat berumur 20 tahun pada saat setelah perang uhud 3 H. Ia meninggal saat berumur 60 tahun, tepatnya pada tahun 45 H dan bertepatan dengan masa pemerintahan Marwan bin Hakam.

5. Saudah binti Zam’ah

Ia menikah dengan Rasul setelah wafatnya Khadijah pada bulan Ramadhan tahun ke 10 setelah kenabian. Ia wafat pada masa-masa akhir kepeimpinan Umar bin Khattab. Sebelumnya, merupakan janda dari As-Sakran bin Amr yang merupakan Muhajir Habsyah yang meninggal pada saat datang ke Makkah.

6. Shofiyah binti Khuyay bin Akhtab

Ayahnya, Khuyay bin Akhtab merupakan pembesar Bani Nadhir yang merupakan cucu keturunan Harun bin Imran As. Sebelumnya, ia pernah menikah dengan Salam bin Miskam al-Yahudi kemudian Kinanah bin Abi Huqaiq. Keduanya merupakan penyair Yahudi dan sama sekali belum memiliki keturunan dari keduanya.

Saat perang, Kinanah terbunuh, kemudian Shofiyah menjadi tawanan. Rasul pun memilihnya, ia dinikahi Rasul dengan mahar kemerdekaannya. Pada saat itu umurnya belum genap 17 tahun.

Shofiyah wafat pada bulan Ramadhan tahun 50 H dan dikuburkan di Baqi pada masa pemerintahan Muawiyah.

7. Maimunah binti al-Kharis

Ia merupakan bibi dari Abdullah bin Abbas. Sebelumnya, saat jahiliyah, ia merupakan istri dari Masud bin Amr yang kemudian menceraikannya. Setelah itu ia menikah dengan Abu Rahm bin Abdul Uza al-Amiri yang kemudian meninggal.

Rasul menikahinya pada tahun ke 7 H, pada saat umrah Qadha. Ia wafat di Syaraf, salah satu daerah yang dekat dengan kota Tan’im pada umur 80 tahun. Maimunah adalah istri terakhir Rasul dan juga istri Rasul yang wafat terakhir.

8. Ummu Habibah

Nama aslinya Ramlah binti Abi Syufyan bin Harb. Ia merupakan putri dari pamannya Utsman bin Affan. Ia telah lama masuk islam dan hijrah ke Habasyah bersama suaminya, Ubaidullah bin Jahs yang kemudian wafat di Habasyah. Ia wafat pada tahun 44 H.

9. Ummu Salamah binti Abi Umayah

Namanya Hindun, Ia merupakan janda dari Abu Salamah. Ia menikah dengan Rasul pada bulan syawal tahun 4 H. Pada saat itu umurnya 30 tahun. Ia wafat pada tahun 60 H, pada masa kekhilafahan Yazid bin Muawiyah.

10. Zainab binti Jahsy

Zainab adalah putra paman Rasul Saw, Amimah binti Abdul Muthalib. Rasul menikahinya pada tahun 5 H. Sebelumnya, ia merupakan istri dari orang yang memerdekakannya, Zaid bin Haritsah.

Ia merupakan istri Nabi yang wafat setelah nabi, yakni pada tahun12 H, pada masa khilafah Umar bin Khatab. Zainab dimakamkan di Baqi’. Saat ia wafat, yang menyolatinya adalah Umar bin Khatab.

11. Juwairiyah binti al-Haris al-Khuzaiyah

Ia merupakan tawanan Bani Mustaliq dari Khuza’ah. Ia pernah terkena anak panah Tsabit bin Qays bin Syamasy al-Anshari, kemudian Allah menolongnya dengan menjadikannya istri Rasulullah Saw. Pada saat itu ia berumur 20 tahun. Ia meninggal pada 56 H.

Perihal jumlah istri Rasul ini merupakan kekhususan (Khususiyah ) yang hanya dimiliki oleh Rasul saja. Tentunya, dalam hal ini, ummatnya tidak boleh menirunya.

Wallahu A’lam.

Selasa, 13 Februari 2018

Maksiat dalam Tunangan lebih Gila dari pacaran

Maksiat dalam Tunangan lebih Gila dari pacaran

“Bila Kalian Belum Resmi Menikah maka Janganlah Bepergian Bareng, Naik Motor Boncengan, Pegangan Apalagi Perginya Tanpa Mahrom. Wadduh, Bagaimana Sih. Tetap HakekatMu harus ditundukan oleh SyareatMu Karena Itu Jalan Ceritanya, Tar ndak Baik dipakai Contoh Ushwatunnya”

“Kalau Baru Lamaran or Tunangan pun Sama saja, Karena Belum Resmi Ijab Qobul. Walaupun Adat Lingkungan Sekarang Sah-sah saja spt Itu dgn ALASAN Sudah Tunangan Tetapi Kita Jangan Ngikut Kpd Moral Mereka, tetapi Ikutlah Kpd Akhlaq sebab Moralitas Masyarakat Sekarang Banyak yg ndak Beradab bila ditinjau dgn Akhlak Islaminya”

“Jalanan Macet Ternyata ada Konser or Hiburan or Hajjatan, padahal Menurut Akhlak bisa Haram Kalau Mengganggu Jalan Orang Banyak or Jalan Umum, tetapi Moralitas Masyarakat Kita Enjoy saja Merasa ndak Bersalah”

=======
FAHAMI INI :
“Tunangan Itu Ibarat Tawar Menawar (Khiyar) didalam Jual Beli setelah itu diberikan Uang Mukanya or Uang Panjer, Itupun Belum Ada Ijab Qobulnya Secara Resmi maka Bisa Batal & bisa Juga Lanjut Pabila Tanggal yg dijanjikan ndak ditepati, maka itu Sunnahnya Tunangan agar dirahasiakan Karena Khawatir ndak Jadi Akhirnya MALU DAH. Terkecuali Menikah Sunnahnya agar diramaikan agar diketahui Bersama Supaya Nanti Tinggal Serumah ndak Terjadi FITNAH Kumpul Sama Kebo, Padahal sudah SAH sama Orang” ^_*

“Ada yang CINTANYA digantung Sampai Lama, Pakaian saja Kalau Kelamaan digantung Suka Ada yg MALING Akhirnya Menyesal dah. Ada yg Pacaran Sampai Tahunan ndak dinikah-nikah dgn Berbagai Alasan, CINTA Itu Inginnya Malah Cepat Menikah. Pacarannya saja sudah Salah Jalan, Eh Malah Sampai Malam Enjoy saja. Jalan Kesana Kemari Suka Barengan, Belanja di Mall Barengan, Sampai Nungkrang Nongkrong pun Barengan, Boncengan & diajak Jalan-jalan Cuman Menambah-nambahkan Dosa saja Sebelum MenikahMu. Sekalinya Bukan Pacar yg dibonceng Ini Malah TEMAN SENDIRI, Yaa Tetap saja Toh ndak Boleh Karena Kalian Kan Berlainan Jenis, Inilah Syariat Islam Itu. Hukum Islam Itu Tuk Orang Islam makanya Kalian sbg Orang Islam harus Mau diatur oleh Aturan Islam Karena pada Hakekatnya Itu Semua Tuk Kebaikan Kalian Juga dll.”

Setiap dosa maksiat yg kalian lakukan baik maksiat onggota tubuh maupun maksiat bathin semua orang dalam satu darah keturunan kalaian terutama kedua orang tua akan kena dosa besar akibat kemaksiatan kalian.

“BILA MENIKAHMU TUJUANNYA IBADAH MAKA PERBAIKI SYAREAT IBADAHNYA AGAR KETURUNANMU NANTI BISA JADI SI SHOLEH Or  SHOLEHAH, TERKECUALI TUJUAN MENIKAHNYA MAKSIAT UP TO YOU DAH. KEPADA PARA WANITA, JUAL MAHALAN NGAPA..!!.

Sembilan Hal Yang Menghambat Seorang Pemuda Untuk Hijrah

Sembilan Hal Yang Menghambat Seorang Pemuda Untuk Hijrah

Berikut adalah hambatan-hambatan tersebut 

1. Tidak Mau Mendengar Dan Memahami

Sesorang yang tidak mau mendengar dan memahami kebaikan apalagi mendengar dan memahami ayat-ayat Allah sejatinya dia telah mati dan berada dalam pelukan setan yang terkutuk. Orang-orang seperti ini biasanya adalah orang-orang yang merasa dirinya serba cukup, orang-orang yang merasa dirinya tidak ada salah, orang-orang yang merasa dirinya lebih dari yang lain

Dapat dipahami lebih jauh orang-orang seperti ini memiliki banyak penyakit dalam hatinya. Penyakit hati yang paling akut dari orang-orang seperti ini adalah penyakit yg menyebabkan iblis diusir dari surga, yaitu penyakit kesombongan. Tak dapat dipungkiri lagi kesombongan adalah sifat dari makhluk yang dapat membawa makhluk baik jin maupun manusia jatuh pada jurang kebinasaan.

Bila terus seperti itu dan tidak mau berubah dan tidak mau merendahkan hati terhadap sesama manusia apalagi orang-orang alim maka :

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (TQS al-Baqarah:7)

2. Tidak Menjadikan Aqidah Islam Sebagai Landasan Berpikir

Seorang muslim yang tidak menjadikan aqidah Islam sebagai landasan berpikirnya terhadap segala sesuatu apalagi terhadap perilaku dan perbuatannya dapat dipastikan kepribadiannya kacau balau walaupun ia tidak menyadarinya. Antara pemikiran, hati, perasaan, ucapan, dan kelakuan semuanya berlainan. Hatinya mengaku beriman kepada Allah ia sholat dan mengaji ia merasa dekat kepada Allah dengan sholat dan ngajinya itu tetapi ia juga berpacaran dan pergaulannya penuh dengan ikhtilath (campur baur bukan mahrom), hatinya mengaku beriman kepada Allah, ia bersedekah dan merasa dekat pada Allah dengan sedekahnya tapi dia juga bekerja yang haram (bank, leasing, asuransi, dsb.). Hatinya mengaku beriman kepada Allah ia juga sholat tetapi ia juga menyeru dan berlaku kepada kekufuran seperti sekulerisme, liberalisme, dsb. dan merasa tidak ada masalah dengan pemikiran-pemikiran kufur tersebut malah ia merasa itu semua bermanfaat untuk kebaikan.

Dan yang parah adalah dia yang sejatinya hatinya tidak beriman kepada Allah, ibadahnya belang betong itupun riya, hatinya penuh keraguan kepada Allah, keraguan kepada hari perhitungan, dan keraguan kepada surga dan neraka.

Jelasnya orang-orang yang tidak menjadikan aqidah Islam sebagai landasan berpikirnya atau sebagai tolak ukur terhadap segala sesuatu terhadap pemikiran dan perasaannya, dan hal-hal seperti benar dan salah, hak dan batil, baik dan buruk, halal dan haram, mereka mengaku muslim tapi hidupnya seperti orang-orang kafir, perbedaannya hanya sedikit saja.

Orang yang menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan berpikirnya, ketika melakukan sesuatu dia pasti berpikir apakah yang dilakukannya akan mendatangkan ridha Allah atau malah mendatangkan murka-Nya. Dia akan mencari tahu itu dengan sungguh-sungguh memahami syariat yang telah Allah turunkan yang ada dalam Al Qur’an dan As-Sunnah.

Ketika Allah menetapkan “riba haram” maka ia akan menjauhi riba, ketika Allah berkata “Apakah ada hukum lain yang lebih baik dari hukum Allah” maka ia akan percaya dengan sepenuh hati bahwa hanya hukum Allah yang terbaik dan wajib diterapkan. Ketika Allah menetapkan “julurkan jilbab keseluruh tubuh dan kenakan khimar sampai menutupi dada” maka ia akan bersegera menutup auratnya dengan benar (syari’), ketika Allah memerintahkan “jangan mendekati zina” maka ia akan menjauhi zina sejauh-jauhnya termasuk hal-hal yang mendekatinya seperti pacaran/khalwat.

Singkatnya orang yang menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan berpikirnya yang ia pedulikan hanyalah ridha Allah dan murka Allah pada dirinya. Pemikiran dan perasaannya hanya kepada Allah semata. Dan dia benar-benar berserah diri sepenuhnya terhadap Allah, terhadap syariat-syariatnya, dan terhadap qadha dan qadarnya. Dan dia terus berusaha untuk memenuhi seuruan Allah:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (TQS. Al-Baqarah: 208).

3. Takut, Malu, dan Bingung

Terkadang ada orang yang sudah paham dan ingin segera berhijrah namun rasa takut, malu, dan bingung menyelimutinya sehingga ia gagal atau tertahan dalam hijrahnya. Rasa takut dan malu bisa terjadi karena lingkungannya terlalu banyak orang-orang bermaksiat, lingkungannya adalah lingkungan yang tidak islami, sehingga ia takut ketika ia berhijrah ia akan dikucilkan, atau ia akan terpinggirkan, dan ia akan semakin miskin karena mengira akan sulit mencari pekerjaan atau ia takut dipandang sebagai ekstrimis, fundamentalis, radikalis dsb. Dan ia juga malu bila dipandang sok suci, sok alim dsb. sehingga ia menunda hijrahnya.

Dan rasa bingung biasanya timbul karena ia memiliki obsesi dan harapan-harapan masa depan namun di satu sisi ia menemukan sesuatu yang dianggap benar namun sesuatu yang benar itu dianggap bisa menghambat bahkan menghancurkan obsesi dan harapan-harapannya, sejatinya orang-orang seperti ini bingung karena terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak pasti di masa depan, namun ia lupa pada sesuatu yang pasti di masa depan, yaitu kematian.

Rasa takut dan malu (malu yang tidak pada tempatnya) sejatinya diakibatkan karena seseorang kurang ketawakkalannya kepada Allah. Makna tawakkal adalah seseorang tidak akan pernah takut dan bersedih saat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya karena semua urusan dan usahanya (sebelum melakukan ikhtiar saat melakukan ikhtiar dan sesudah melakukan ikhtiar) diserahkan/digantungkan kepada Allah semata. Tawakkal juga dikaitkan dengan Al-Aziz yang dimana bermakna “bahwa akan mulia dan tidak akan hina sedikitpun orang yang bergantung kepada-Nya”, Ar-Rahim yang bermakna “rahmat Allah bagi yang bertawakkal kepada-Nya”, dan Al-Hakim yang bermakna “tidak akan diabaikan siapun yang percaya dengan kesempurnaan kebijaksanaan dan perencanaan-Nya.”

Orang yang bertawakkal percaya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya Al-Wakil / Pelindung (Hasbunaah wani’mal wakil) seseorang yang bertawakkal kepada Allah tidak akan takut meninggalkan pekerjaan yang haram karena ia percaya pasti Allah akan tetap menjamin rizkinya dan akan tetap menjamin dan akan mengganti pekerjaan haramnya dengan pekerjaan halal yang lebih baik dan berkah.

Orang yang bertawakkal tidak akan takut meninggalkan pasangan tidak halalnya (pacarnya) karena ia yakin Allah akan memberikan yang lebih baik padanya dan ia yakin kalau Allah adalah pemilik hati sebenarnya. Orang yang bertawakkal tidak akan malu atau takut untuk menutup auratnya dengan benar (syari’) sekalipun orang-orang disekitarnya melihatnya dengan sinis dan ia tidak akan takut bila Bossnya/pekerjaanya melarangnya walau akan akan berakhir pemecatan. Karena ia yakin bahwa taat kepada Allah adalah pilihan terbaik dalam hidupnya bagaimanapun ujian menderanya. Ia yakin Allah tidak akan menghinakannya bila ia taat dan bertawakkal kepada Allah, ia yakin semuanya akan berbuah kebaikan yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ia percaya pada firman Allah :

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (TQS at-Thalaq: 3)

Sedangkan rasa bingung sejatinya disebabkan oleh panjangnya angan-angan sesorang. Panjang angan-angan adalah penyakit akut dalam hati manusia yang harus disembuhkan karena bisa menghambat ketaatan seseorang kepada Allah. Kita perlu menyembuhkan penyakit panjang angan-angan ini dengan selalu mengingat kematian setiap saat, kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, karena ia pasti terjadi. Dengan mengingat kematian kita akan berpikir bahwa hidup kita hanyalah hari ini saja dan kita akan melakukan hal terbaik hari ini saja, kita akan bersegera melaksanakan perintah Allah dan kita akan mempersembahkan yang terbaik pada hari ini. Pikiran kita tidak akan disibukan dengan hal yang tidak pasti sehingga membuat kita bingung, namun pikiran kita akan disibukan dengan sesuatu yang pasti datang yaitu kematian, kita akan disibukkan untuk mempersiapkan bekal kematian dan sibuk dengan amal-amal shaleh untuk menyambut kematian. Tanpa rasa takut dan bingung serta penuh keyakinan akan husnul khatimah. Inilah yang dimaksud Umar bin Khattab – radhiyallaahu ‘anhuma :

Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu (HR. Al-Bukhari)

Dan orang-orang seperti inilah yang dipredikati paling cerdas oleh Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam ketika ditanya oleh seorang Anshar :

‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al-Haitsamiy)