Senin, 29 Januari 2018

Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah 


Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah terdiri dari 50 aqidah, di mana yang 50 aqidah ini dimasukkan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu :

I. Aqidah Ilahiyyah (عقيدة الهية) dan

II. Aqidah Nubuwwiyah (عقيدة نبوية).

 

I. Aqidah Ilahiyyah terdiri dari 41 sifat, yaitu:

a. 20 sifat yang wajib bagi Allah swt:

wujud (وجود), qidam (قدم), baqa (بقاء), mukhalafah lil hawaditsi (مخالفة للحوادث), qiyamuhu bin nafsi (قيامه بالنفس), wahdaniyyat (وحدانية), qudrat (قدرة), iradat (ارادة), ilmu (علم), hayat (حياة), sama' (سمع), bashar (بصر), kalam (كلام), kaunuhu qadiran (كونه قديرا), kaunuhu muridan (كونه مريدا), kaunuhu 'aliman (كونه عليما), kaunuhu hayyan (كونه حيا), kaunuhu sami'an (كونه سميعا), kaunuhu bashiran (كونه بصيرا), dan kaunuhu mutakalliman (كونه متكلما).

b. 20 sifat yang mustahil bagi Allah swt: 'adam (tidak ada), huduts (baru), fana' (rusak), mumatsalah lil hawaditsi (menyerupai makhluk), 'adamul qiyam bin nafsi (tidak berdiri sendiri), ta'addud (berbilang), 'ajzu (lemah atau tidak mampu), karohah (terpaksa), jahlun (bodoh), maut, shamam (tuli), 'ama (buta), bukmun (gagu), kaunuhu 'ajizan, kaunuhu karihan, kaunuhu jahilan (كونه جاهلا), kaunuhu mayyitan (كونه ميتا), kaunuhu ashamma (كونه أصم), kaunuhu a'ma (كونه أعمى), dan kaunuhu abkam (كونه أبكم).
c. 1 sifat yang ja'iz bagi Allah swt.

II. Sedangkan, Aqidah Nubuwwiyah terdiri dari 9 sifat, yaitu:
a. 4 sifat yang wajib bagi para Nabi dan Rasul: siddiq (benar), tabligh (menyampaikan), Amanah, dan fathanah (cerdas).
b. 4 sifat yang mustahil bagi para Nabi dan Rasul: kidzib (bohong), kitman (menyembunyikan), khianat, dan baladah (bodoh).
c. 1 sifat yang ja'iz bagi para Nabi dan Rasul.

 

I. DALIL-DALIL SIFAT WAJIB BAGI ALLAH SWT:
 

1. Dalil sifat Wujud (Maha Ada): QS Thaha ayat 14, QS Ar-Rum ayat 8, dan sebagainya
2. Dalil sifat Qidam (Maha Dahulu): QS Al-Hadid ayat 3.
3. Dalil sifat Baqa (Maha Kekal): QS Ar-Rahman ayat 27, QS Al-Qashash ayat 88.

4. Dalil sifat Mukhalafah lil Hawaditsi (Maha Berbeda dengan Makhluk): QS Asy-Syura ayat 11, QS Al-Ikhlas ayat 4.

5. Dalil sifat Qiyamuhu bin Nafsi (Maha Berdiri Sendiri): QS Thaha ayat 111, QS Fathir ayat 15.

6. Dalil sifat Wahdaniyyat (Maha Tunggal / Esa): QS Az-Zumar ayat 4, QS Al-Baqarah ayat 163, QS Al-Anbiya' ayat 22, QS Al-Mukminun ayat 91, dan QS Al-Isra' ayat 42-43.

7. Dalil sifat Qudrat (Maha Kuasa): QS An-Nur ayat 45, QS Fathir ayat 44.
8. Dalil sifat Iradat (Maha Berkehendak): QS An-Nahl ayat 40, QS Al-Qashash ayat 68, QS Ali Imran ayat 26, QS Asy-Syura ayat 49-50.

9. Dalil sifat Ilmu (Maha Mengetahui): QS Al-Mujadalah ayat 7, QS At-Thalaq ayat 12, QS Al-An'am ayat 59, dan QS Qaf ayat 16.

10. Dalil sifat Hayat (Maha Hidup): QS Al-Furqan ayat 58, QS Ghafir ayat 65, dan QS Thaha 111.

11 & 12. Dalil sifat Sama' (Maha Mendengar) dan Bashar (Maha Melihat): QS Al-Mujadalah ayat 1, QS Thaha ayat 43-46.

13. Dalil sifat Kalam (Maha Berfirman): QS An-Nisa ayat 164, QS Al-A'raf ayat 143, dan QS Asy-Syura ayat 51.

Dua puluh sifat yang wajib bagi Allah tersebut di atas dibagi kepada 4 bagian, yaitu:

1. Sifat Nafsiyyah. Artinya: Sifat yang tidak bisa difahami Dzat Allah tanpa adanya sifat. Sifat Nafsiyyah ini hanya satu sifat, yaitu: sifat wujud.

2. Sifat Salbiyyah. Artinya: Sifat yang tidak pantas adanya di Dzat Allah swt. Sifat Salbiyyah ini jumlahnya ada lima sifat, yaitu: Qidam, Baqa, Mukhalafah lil Hawaditsi, Qiyamuhu bin Nafsi, dan Wahdaniyyah.

3. Sifat Ma'ani. Artinya: Sifat yang tetap dan pantas di Dzat Allah dengan kesempurnaan-Nya. Sifat Ma'ani ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama', Bashar, dan Kalam.

4. Sifat Ma'nawiyyah. Artinya: Sifat yang merupakan cabang dari sifat Ma'ani. Sifat Ma'nawyyah ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Kaunuhu Qadiran, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu 'Aliman, Kaunuhu Hayyan, Kaunuhu Sami'an, Kaunuhu Bashiran, dan Kaunuhu Mutakalliman.

 

II. DALIL-DALIL SIFAT JA'IZ BAGI ALLAH
a. QS Al-Qashash ayat 68
b. QS Al-Imran ayat 26
c. QS Al-Baqarah ayat 284

 

CATATAN PENTING:
 

Pokok-pokok Ilmu Tauhid (مبادئ علم التوحيد):
 

1. Definisi Ilmu Tauhid (حده):
Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja'iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Sifat yang wajib bagi Allah ada 20 sifat dan sifat yang mustahil ada 20 sifat serta sifat yang ja'iz ada 1 sifat.

Begitupula sifat yang wajib bagi para rasul ada 4 sifat (sidiq. tabligh, amanah, dan fathanah) dan sifat yang mustahil ada 4 sifat (kidzb / bohong, kitman / menyembunyikan, khianat, dan bodoh) serta sifat yang ja'iz ada 1 sifat.

50 sifat ini dinamakan "Aqidatul Khomsin / عقيدة الخمسين ". Artinya: Lima puluh Aqidah.

 

2. Objek atau Sasaran Ilmu Tauhid (موضوعه): Dzat Allah dan sifat-sifat Allah.

 

3. Pelopor atau Pencipta Ilmu Tauhid (واضعاه): Imam Abul Hasan Al-Asy'ari (260 H – 330 H / 873 M – 947 M) dan Imam Abul Manshur Al-Mathuridi ( 238 – 333 H / 852 – 944 M ).

 

4. Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid (حكمه): Wajib 'ain dengan dalil ijmali (global) dan wajib kifayah dengan dalil tafshili.

5. Nama Ilmu Tauhid (اسمه): Ilmu Tauhid, Ilmu Ushuluddin, Ilmu Kalam dan Ilmu 'Aqa'id.

6. Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu-ilmu lain (نسبته): Asal untuk ilmu-ilmu agama dan cabang untuk ilmu selainnya.

7. Masalah-masalah Ilmu Tauhid (مسائله): Sifat-sifat wajib, mustahil, dan ja'iz bagi Allah swt dan para Rasul-Nya.

8. Pengambilan Ilmu Tauhid (استمداده): Diambil dari Al-Qur'an, Al-Hadits, dan akal yang sehat.

9. Faedah Ilmu Tauhid (فائدته): Supaya sah melakukan amal-amal sholeh di dunia.

10. Puncak Mempelajari Ilmu Tauhid (غايته): Memperoleh kebahagian, baik di dunia maupun akherat dan mendapat ridha dari Allah swt serta mendapat tempat di surga.

Kitab Hasyiyah asy-Syarqawi 'ala Syarhi al-Hudhudi) ; 

Masalah: Ilmu Tauhid Ahlussunnah wal Jama'ah
Karya: Syaikhul Islam Abdullah Hijazi asy-Syarqawi (1150-1227 H / 1737-1812 M).
Tebal: 286 halaman.
Cetakan: Darul Kutub al-Islamiyyah", Kalibata, Jakarta Selatan:

 
Nama kitab: Hasyiyah ad-Dasuqi 'ala Ummil Barohin
Karya: Syaikh Muhammad bin Ahmad bin 'Arofah Ad-Dasuqi al-Maliki 
Tahun wafat: 1230 H.
Masalah: Ilmu Tauhid / Ilmu Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah
Tebal: 326 halaman
Penerbit: Darul Kutub Al-'Ilmiyyah, Beirut – Libanon

Nama kitab: Tuhfatul Murid Syarhu Jauharati at-Tauhid.
Karya: Syeikh Ibrahim bin Muhammad bin Ahmad asy-Syafi'i al-Baijuri.
Tahun lahir dan wafat: 1198-1277 H./ 1783-1860 M.
Tebal: 253 halaman.
Cetakan: Darul Kutub al-'Ilmiyyah (DKI), Beirut, Libanon

SILSILAH SANAD ULAMA' AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (Termasuk NU)

SILSILAH SANAD ULAMA' AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (Termasuk NU)

Nabi Muhammad SAW.
Sayidina Ali Muhammad (Putra Sayidina Ali, dari istri kedua Kaulah bin Ja’far)Wasil bin Ato’Amr bin UbaidIbrohim AnnadhomAbu Huzail Al-AlaqAbu Hasi Adzuba’iAbu Ali Adzuba’iImam Abu Hasan Ala’asyari (Pendiri Faham “AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH”) 234 Karangannya :Kitab Maqolatul Islamiyin, Al Ibanah, Al Risalah, Al-Luma’, dllAbu Abdillah Al BahilyAbu Bakar Al Baqilany, karangannya :Kitab At Tamhid, Al Insof, Al bayan, Al Imdad, dll.Abdul Malik Imam Haromain Al Juwainy, karangannya : Kitab Lathoiful Isaroh, As Samil, Al Irsyad, Al Arba’in, Al kafiyah, dllAbu hamid Muhammad Al Ghozali. Karangannya : Kitab Ihya Ulumuddin, Misyakatul Anwar, Minhajul Qowim, Minhajul Abidin dll.Abdul hamid Assyeikh Irsani. Karangannya: kitab Al Milal Wannihal, Musoro’atul Fulasifah, dll.Muhammad bin Umar Fakhruraazi, Karangannya: Kitab Tafsir Mafatihul Ghoib, Matholibul ‘Aliyah, Mabahisul Masyriqiyah, Al Mahsul Fi Ilmil Usul, dllAbidin Al Izzy, karangannya: Kitab Al Mawaqit Fi Ilmil Kalam.Abu Abdillah Muhammad As Sanusi, Karangannya: Kitab Al Aqidatul Kubrodll.Al Bajury, karangannya: Kitab Jauhar Tauhuid, dll.Ad Dasuqy, karangannya: KitabUmmul Barohin, dll.Ahmad Zaini Dahlan, karanggannya: Kitab Sarah jurumiyah, Sarah Al Fiyah, dll.Ahmad Khotib Sambas Kalimantan, Karangannya : Kitab Fathul ‘Arifin, dll.Muhammad Annawawi Banten, Karangannya : Syarah Safinatunnaja, Sarah Sulamutaufiq, dll. Yang Mayoritas Ulama Di Indonesia memakai Karangan Syeikh Nawawi Albantaniy sebagai Kitab Rujukan.Syech Mahfudz At-Termasi (mursyid Hadist Budhori matan ke-23),  muridnya al :
– Syech Arsyad Al-Banjari - Banjarmasin
– Syaikhona Kholil - Bangkalan Madura
– Abdul Shomad Al-Palembangi - PalembangHasyim Asy’Ari (Pendiri NU)

Sejumlah murid yang berhasil dicetak menjadi ulama besar oleh Syaikhona Kholil bangkalan adalah, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari (Tebu Ireng Jombang), KH Wahab Hasbullah (Tambak Beras Jombang), KH Bisri Syansuri (Denanyar Jombang), KH As’ad Syamsul Arifin (Sukorejo Situbondo), Kiai Cholil Harun (Rembang), Kiai Ahmad Shiddiq (Jember), Kiai Hasan (Genggong Probolinggo), Kiai Zaini Mun’im (Paiton Probolinggo), Kiai Abi Sujak (Sumenep), Kiai Toha (Bata-Bata Pamekasan), Kiai Usymuni (Sumenep), Kiai Abdul Karim (Lirboyo Kediri), Kiai Munawir (Krapyak Yogyakarta), Kiai Romli Tamim (Rejoso Jombang), Kiai Abdul Majid (Bata-Bata Pamekasan). Dari sekian santri Syaikhona Kholil pada umumnya menjadi pengasuh pesantren dan tokoh NU seperti Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dan Kiai Wahab Hasbullah. Bahkan Presiden pertama RI Soekarno, juga pernah berguru pada Syaikhona Kholil Bangkalan

Selain berhasil mencetak para santri-santrinya menjadi kiai, Syaikhona Kholil bangkalan adalah salah satu kiai yang menjadi penentu berdirinya organisasi terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama yang disingkat (NU). Dalam proses pendiriannya para kiai NU tidak sembarangan mendirikan sebuah organisasi, dalam jangka dua tahun Kiai Hasyim Asy’ari melakukan shalatistikharah (minta petunjuk kepada Allah), untuk mendirikan sebuah organisasi yang mewadahi para pengikut ajaranahlussunnah wal jama’ah. Meskipun yang melakukan istkharah adalah Hadratus Syaikh KH Hasyim As’ari, akan tetapi petunjuk (isyarah) tersebut tidak jatuh ke tangan Kiai Hasyim Asy’ari, melainkan isyarah tersebut melalui Syaikhona Kholil Bangkalan. Munculnya isyarah sebuah tongkat dan tasbih yang akan diberikan kepada Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari melalui perantara Kiai As’ad Syamsul Arifin, yang merupakan tanda akan berdirinya sebuah organisasi besar yakni jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU).

Para ulama pendiri NU jelas bukan sembarang ulama. Mereka orang-orangkhos yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa di zamannya. Salah satu pendiri jam’iyyah Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Hasbullah, selain pendirian NU kepada kepada KH Hasyim Asy’ari, beliau meminta persetujuan waliyullah tanah Jawa. Yaitu Kanjeng Sunan Ampel.

Sabtu, 27 Januari 2018

Sholat Gerhana

Sebagian orang menganggap terjadinya gerhana matahari dan bulan sebagai gejala alam biasa, sebagai peristiwa ilmiah yang bisa dinalar. Gerhana sekedar menjadi tontonan menarik yang bisa disaksikan beramai-ramai bersama keluarga dan handai tolan. Namun bagi yang merasa tunduk kepada keagungan Sang Perncipta, Allah SWT, gerhana adalah peristiwa penting yang secara gamblang menunjukkan bahwa ada kekuatan Yang Maha Agung di luar batas kemampuan manusia; manusia yang paling merasa faham ilmu alam sekalipun. Mereka yang merasa rendah di hadapan Sang Pencipta akan menadahkan muka, menghadap Allah, mengerjakan shalat secara berjamaah. Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan untuk itu.
Berikut adalah beberapa dalil dari Al Quran dan Hadis (Sunnah) tentang Gerhana Matahari :

Dalil tentang Gerhana Matahari dari ayat Al Quran:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. (QS. Fushshilat : 37)

Dalil Tentang Gerhana Matahari dari Hadis 
Sabda Rasulullah SAW:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Selain itu Beliau juga bersabda:

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-Shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

Dengan adanya ayat dan hadist di atas mari kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan cara menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Yaitu Sholat Gerhana Matahari

Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap, dan bersedekahlah.” (HR Bukhari-Muslim)

Sayyid<>atuna A’isyah ra bercerita: Gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasululloh SAW kemudian beliau sholat bersama para sahabat. Beliau pun berdiri dengan lama, ruku’ dengan lama, berdiri lagi dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu ruku’ dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu mengangkat kepala dan bersujud, dan melakukan sholat yang terakhir seperti itu, kemudian selesai dan matahari pun sudah muncul. (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Para ulama sepakat bahwa sholat gerhana matahari dan bulan adalah sunnah dan dilakukan secara berjamaah. Berdasarkan redaksi hadits yang pertama di atas penamaan gerhana matahari dan bulan berbeda, sholat khusuf untuk gerhana bulan dan sholat kusuf untuk gerhana matahari.

Imam Maliki dan Syafi’i berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna A’isyah berpendapat bahwa sholat gerhana dengan dua roka'at dengan dua kali ruku’, berbeda dengan sholat Id dan Jum’at. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas juga terdapat penjelasan serupa, yakni sholat gerhana dikerjakan dua roka'at dengan dua kali ruku’, dan dijelaskan oleh Abu Umar bahwa hadits tersebut dinilai paling shahih.

Maka dengan begitu keistimewaan shalat gernana dibanding dengan shalat sunnah sunnah lainnya terletak pada bilangan ruku’ pada setiap roka’atnya. Apalagi dalam setiap ruku’ disunnahkan membaca tasbih berulang-ulang dan berlama-lama.

سُبْحَانِ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Tasbih berarti gerak yang dinamis seperti ketika bulan berrotasi (berputar mengelilingi kutubnya) dan berevolusi (mengelilingi) bumi, bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari, atau ketika matahari berotasi dan berevolusi pada pusat galaksi Bimasakti. Namun pada saat terjadi gerhana, ada proses yang aneh dalam rotasi dan revolusi itu. Maka bertasbihlah! Maha Suci Allah, Yang Maha Agung!

Adapun tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:

1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih 
    dahulu. (Sebagai panduan lihat di rubrik IPTEK)
2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.
3. Sebelum sholat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,
    ”Ash-shalatu jaami'ah.”
4. Niat melakukan sholat gerhana matahari (kusufisy-syams)
    atau gerhana bulan (khusufil-qamar), 
    menjadi imam atau ma’mum.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

5. Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.
6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.
7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah
    dan surat kembali
8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang
    daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua,
    bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.
    Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin (36)
    dan ar-Rahman (55), lalu raka’at kedua
    membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk(78)
9. Setelah sholat disunahkan untuk berkhutbah. 

Khutbah Shalat Gerhana

الخطبة الأولى

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ ×8 اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّهُو الْحَيُ الْقَيُوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى كَوَّنَ الْمَخْلُوْقَاتِ فَاَبْدَعَهَا. وَاَظْهَرَ اَيَاتِهِ لِلنُّفُوْسِ فَخَوَّفَهَا. خَلََقَ الاَفْلَكَ وَدَبَّرَهَا. وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ. [فصلت:12] اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا.[ يونس:5] وَاسْتَغْفِرهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ صَغِيْرٍ أَوْ كَبِيْرٍ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِىِّ الأُمِّىِّ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
(اما بعد). فَيَا عِبَادَ الله! اِتَّقُوْاالله حَقَّ تُقَاتِهِ. قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوْا اللهَ وَكَبَرُوْا وَصَلُوْا وَتَصَدَقُوْا. [رواه البخارى]

Ibadallah! 
Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah swt. Semoga takwa kita dapat menumbuhkan kesadaran dalam hati kita akan kesalahan dan dosa yang kita lakukan.
Terjadinya gerhana semata-mata peringatan dari Allah swt. buat kita. Peringatan ini harus kita terima dengan kesadaran dan tekad yang bulat untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan tidak berbuat kerusakan di atas bumi dengan perilaku kegelapan.
 

Allah swt. berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

 Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S.Al-A'raaf:56)

Melalui ayat tersebut Allah swt. memberi tahu kita, bahwa rahmat-Nya amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Maka dari itu kita harus menjauhi sikap kegelapan yang akan merugikan kita sendiri.

Terjadinya gerhana juga merupakan i'tibar (pelajaran) bagi kita, oleh karena itu hendaknya kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa itu, hingga timbul kesadaran dalam diri kita. Akhirnya kita tahu bahwa keteraturan perjalanan semua ciptaan Allah swt., terjadi suatu ketentuan dari-Nya yang pasti berlaku, yaitu di mana alam seisinya akan diliputi oleh kegelapan dan kepekatan.

Ketentuan itu saat ini tengah kita hadapi, yakni terjadinya gerhana … ini. Oleh karena itu hendaknya kita menyadari bahwa dalam perjalanan hidup kita, pasti terdapat suatu saat dan keadaan yang menggelisahkan yang terjadi karena kekegalapan hati dan pikiran kita.

Sebagai missal: terjadinya kedurhakaan, kezaliman, permusuhan, pertikaian semuanya merupakan kegelapan hidup yang kita jalani.

Hidup dalam kegelapan itu disebabkan karena kita menuruti hawa nafsu, sehingga dalam memenuhi segala kebutuhan hidup terkadang kita berbuat jauh di luar garis tuntunan Allah swt.

Kondisi semacam itu hendaknya kita sadari dan kita jauhi agar kita tidak berlarut-larut hidup dalam kegelapan. Hal ini harus kita lakukan sebelum mendapatkan peringatan dari Allah swt.
Allah swt. berfirman:

وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ.

Dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya. (Q.S.Al-maidah:4)
 

Firman-Nya yang lain:

وَمَنْ يَكْفُرْ بِآَيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Q.S.Ali Imran:19)

Ibadallah!
Sebagai langkah awal untuk hari esok marilah kita memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan keslahan yang pernah kita lakukan dan melakukan pertaubatan atas segala perbuatan dan perilaku yang salah dan keliru.

Allah swt. berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S.An-Nuur:31).

Disamping itu! Marilah kita tingkatkan amal-amal baik yang memberi manfaat pada diri kita dan masyarakat. Dengan berbuat demikian insya Allah dengan ampunan-Nya kita akan mendapatkan keberuntungan.

Allah swt. berfirman:

فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسَى أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ

Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. (Q.S.Al-Qashash:67)

Semoga kita menjadi orang-orang yang mau menrima peringatan dan pelajaran dari Allah swt.

جَعَلَنَااللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الأَمِنِيْنَ. وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرّجِيْمِ: هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ[يونس:5]. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِيْنَ.

 

الخطبة الثانى

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ ×6 اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّهُو الْحَيُ الْقَيُوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ.
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لَنَا مِنْ دِنِنَا مَافِيْهِ عِبْرَةً لأُوْلىِ الأَلْبَابِ . وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا.[نوح:16]. وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ [ابراهيم:33]. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَهَدَانَا اِلَى الطَّرِيْقُ الْمَبِيْنِ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَفْضَلُ الْخَلْقِ اَجْمَعِيْنَ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. 
(اما بعد): فَيَا عِبَادَ الله!  اِتَّقُوْا اللهَ فِي أَمْرِهِ وَنَهْيِهِ وَحُدُوْدِهِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. قَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا [الأحزاب:56]. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ مِنَ الأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَقُلُوبِهِمْ عَلَى الْخَيْرَاتِ ، وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ ، وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . اللهم إِنَّا نَعْبُدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَحْمَدُكَ وَنَشْكُرُكَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ . وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ . وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Kamis, 25 Januari 2018

Doa Harian

Pada kesempatan ini akan kami sebutkan doa-doa harian yang telah kami nukil dari kitab Mulhaqât ash-Shahifah as-Sajjâdiyah.

a.      Doa Hari Ahad

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِيْ لاَ أَرْجُوْ إِلاَّ فَضْلَهُ، وَ لاَ أَخْشَى إِلاَّ عَدْلَهُ، وَ لاَ أَعْتَمِدُ إِلاَّ قَوْلَهُ وَ لاَ أُمْسِكُ إِلاَّ بِحَبْلِهِ،

Dengan nama Allah, Dzat yang tak kuharapkan kecuali anugerahn-Nya, tak kutakuti keduali keadilan-Nya, tak kupercaya kecuali firman-Nya, dan aku tidak berpegang-teguh kecuali kepada tali (cinta)-Nya,

بِكَ أَسْتَجِيْرُ يَا ذَا الْعَفْوِ وَ الرِّضْوَانِ مِنَ الظُّلْمِ وَ الْعُدْوَانِ وَ مِنْ غِيَرِ الزَّمَانِ وَ تَوَاتُرِ الْأَحْزَانِ وَ

Aku berlindung kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengampun dan penuh kerelaa dari kezaliman dan (sifat) permusuhan, silih bergantinya (peristiwa masa dan kesusahan,

طَوَارِقِ الْحَدَثَانِ وَ مِنِ انْقِضَاءِ الْمُدَّةِ قَبْلَ التَّأَهُّبِ وَ الْعُدَّةِ، وَ إِيَّاكَ أَسْتَرْشِدُ لِمَا فِيْهِ الصَّلاَحُ وَ

peristiwa-peritiwa yang tak menyenangkan, dan dari tibanya ajalku sebelum aku mempersiapkan diri, hanya kepada-Mu aku mohon petunjuk demi membenahi (keadaanku),

الْإِصْلاَحُ، وَ بِكَ أَسْتَعِيْنُ فِيْمَا يَقْتَرِنُ بِهِ النَّجَاحُ وَ الْإِنْجَاحُ، وَ إِيَّاكَ أَرْغَبُ فِيْ لِبَاسِ الْعَافِيَةِ وَ تَمَامِهَا

hanya kepada-Mu aku mohon pertolongan demi menempuh jalan keberhasilanku, hanya kepada-Mu aku memohon limpahan ‘afiat

وَ شُمُوْلِ السَّلاَمَةِ وَ دَوَامِهَا، وَ أَعُوْذُ بِكَ يَا رَبِّ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَ أَحْتَرِزُ بِسُلْطَانِكَ مِنْ

dan keselamatan untuk selamanya, dan hanya kepada-Mu aku mohon perlindungan, ya Tuhanku, dari godaan setan serta berlindung kepada kerajan-Mu dari

جَوْرِ السَّلاَطِيْنِ، فَتَقَبَّلْ مَا كَانَ مِنْ صَلاَتِيْ وَ صَوْمِيْ وَ اجْعَلْ غَدِيْ وَ مَا بَعْدَهُ أَفْضَلَ مِنْ

kelaliman para penguasa lalim, terimalah shalat dan puasaku, jadikanlah hari esokku dan setelahnya lebih baik dari

سَاعَتِيْ وَ يَوْمِيْ، وَ أَعِزَّنِيْ فِيْ عَشِيْرَتِيْ وَ قَوْمِيْ، وَ احْفَظْنِيْ فِيْ يَقَظَتِيْ وَ نَوْمِيْ، فَأَنْتَ اللَّهُ خَيْرٌ

hariku sekarang ini, muliakanlah aku di kalangan keluarga dan kaumku, dan jagalah aku dalam bangun dan tidurku, Engkau adalah Allah sebaik-baik

حَافِظا وَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَبْرَأُ إِلَيْكَ فِي يَوْمِي هَذَا وَ مَا بَعْدَهُ مِنَ الْآحَادِ مِنَ الشِّرْكِ

penjaga dan Engkau lebih pengasih dari mereka yang pengasih, ya Allah, di hari ini dan seterusnya, aku bersimpuh di haribaan-Mu demi membebaskan diri dari cengkraman syirik

وَ الْإِلْحَادِ، وَ أُخْلِصُ لَكَ دُعَائِيْ تَعَرُّضًا لِلْإِجَابَةِ، وَ أُقِيْمُ عَلَى طَاعَتِكَ رَجَاءً لِلْإِثَابَةِ، فَصَلِّ عَلَى

dan kufur, berdoa kepada-Mu dengan tulus hati demi mengharap pengabulan-Mu, dan senantiasa akan menaati-Mu demi mengharap pahala-Mu, oleh karena itu, limpahkanlah shalawat atas

مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِكَ الدَّاعِيْ إِلَى حَقِّكَ، وَ أَعِزَّنِيْ بِعِزِّكَ الَّذِيْ لاَ يُضَامُ، وَ احْفَظْنِي بِعَيْنِكَ الَّتِيْ لاَ تَنَامُ،

Muhammad, makhluk termulia-Mu yang mengajak (manusia untuk mengenal) hak-Mu, muliakanlah aku dengan kemuliaan-Mu yang tak pernah ternodai (oleh kehinaan), jagalah aku dengan (pengawasan) mata-Mu yang tak pernah tidur,

وَ اخْتِمْ بِالانْقِطَاعِ إِلَيْكَ أَمْرِيْ، وَ بِالْمَغْفِرَةِ عُمْرِيْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

dan akhirilah segala urusanku dengan penyerahan penuh kepada-Mu (serta tutuplah) umurku dengan pengampunan-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penyayang.

b.      Doa Hari Senin

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَمْ يُشْهِدْ أَحَدًا حِيْنَ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضَ وَ لاَ اتَّخَذَ مُعِيْنًا حِيْنَ بَرَأَ النَّسَمَاتِ، لَمْ

Segala puji bagi Allah yang tidak mempersaksikan seorang pun ketika menciptakan langit dan bumi, dan tidak memerlukan penolong ketika ketika menciptakan makhluk hidup, tiada

يُشَارَكْ فِي الْإِلَهِيَّةِ وَ لَمْ يُظَاهَرْ فِي الْوَحْدَانِيَّةِ، كَلَّتِ الْأَلْسُنُ عَنْ غَايَةِ صِفَتِهِ وَ الْعُقُوْلُ عَنْ كُنْهِ

sekutu bagi-Nya dalam ke-Tuhanan dan tak tertandingi dalam ke-Esaan, lidah-lidah kalu untuk menyifati-Nya, akal-akal manusia tak mampu menyingkap hakikat-Nya,

مَعْرِفَتِهِ وَ تَوَاضَعَتِ الْجَبَابِرَةُ لِهَيْبَتِهِ وَ عَنَتِ الْوُجُوْهُ لِخَشْيَتِهِ وَ انْقَادَ كُلُّ عَظِيْمٍ لِعَظَمَتِهِ، فَلَكَ الْحَمْدُ

para durjana tunduk di hadapan keagungan-Nya, wajah-wajah tertunduk karena takut kepada-Nya, dan setiap yang agung hina di hadapan kebesaran-Nya, segala puji bagi-Mu

مُتَوَاتِرًا مُتَّسِقًا وَ مُتَوَالِيًا مُسْتَوْسِقًا (مُسْتَوْثِقًا) وَ صَلَوَاتُهُ عَلَى رَسُوْلِهِ أَبَدًا وَ سَلاَمُهُ دَائِمًا سَرْمَدًا،

‘tuk selamanya dan salawat serta salam-Mu senantiasa tercurahkan atas Rasul-Mu, ya Allah,

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوَّلَ يَوْمِيْ هَذَا صَلاَحًا وَ أَوْسَطَهُ فَلاَحًا وَ آخِرَهُ نَجَاحًا، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ يَوْمٍ أَوَّلُهُ فَزَعٌ وَ

jadikanlah detik pertama hariku ini sebagai kebaikan, pertengahannya sebagai kemenangan, dan akhirnya sebagai kejayaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari sebuah hari yang dimulai dengan ketakutan,

أَوْسَطُهُ جَزَعٌ وَ آخِرُهُ وَجَعٌ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ لِكُلِّ نَذْرٍ نَذَرْتُهُ وَ كُلِّ وَعْدٍ وَعَدْتُهُ وَ كُلِّ عَهْدٍ

ditengahi dengan kecemasan, dan diakhiri dengan penyakit, ya Allah, aku mohon ampun kepada-Mu jika aku bernadzar dan berjanji

عَاهَدْتُهُ ثُمَّ لَمْ أَفِ بِهِ، وَ أَسْأَلُكَ فِيْ مَظَالِمِ عِبَادِكَ عِنْدِيْ فَأَيُّمَا عَبْدٍ مِنْ عَبِيْدِكَ أَوْ أَمَةٍ مِنْ إِمَائِكَ

kemudian tak kutepati, dan aku mohon ampun kepada-Mu (untuk mengampuni) setiap hak hamba-hamba-Mu yang ada di pundakku, jika seorang hamba atau sahaya-Mu

كَانَتْ لَهُ قِبَلِيْ مَظْلِمَةٌ ظَلَمْتُهَا إِيَّاهُ فِيْ نَفْسِهِ أَوْ فِيْ عِرْضِهِ أَوْ فِيْ مَالِهِ أَوْ فِيْ أَهْلِهِ وَ وَلَدِهِ أَوْ غِيْبَةٌ

merasa terzalimi (haknya) oleh ulah perbuatanku, baik yang berhubungan dengan dirinya, harga diri, harta, atau keluarga dan anak-cucunya,

اغْتَبْتُهُ بِهَا أَوْ تَحَامُلٌ عَلَيْهِ بِمَيْلٍ أَوْ هَوًى أَوْ أَنَفَةٍ أَوْ حَمِيَّةٍ أَوْ رِيَاءٍ أَوْ عَصَبِيَّةٍ، غَائِبا كَانَ أَوْ شَاهِدا،

mengghibahnya tanpa sepengetahuannya atau menganiayanya, baik didasari oleh agoisme, hawa nafsu, kesombongan, kedengkian, riyâ`, atau fanatisme, baik ia berada di hadapanku atau tidak,

وَ حَيّا كَانَ أَوْ مَيِّتا فَقَصُرَتْ يَدِيْ وَ ضَاقَ وُسْعِيْ عَنْ رَدِّهَا إِلَيْهِ وَ التَّحَلُّلِ مِنْهُ، فَأَسْأَلُكَ يَا مَنْ يَمْلِكُ

masih hidup atau sudah meninggal dunia, lalu aku tidak mampu mengembalikannya kepadanya dan meminta kerelaannya, maka aku mohon kepada-Mu wahai Dzat penggegam

الْحَاجَاتِ وَ هِيَ مُسْتَجِيْبَةٌ لِمَشِيَّتِهِ وَ مُسْرِعَةٌ إِلَى إِرَادَتِهِ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ

segala kebutuhan (para makhluk) dan kebutuhan itu akan dikabulkan karena kehendak-Nya untuk melimpahkan salawat atas Muhammad dan keluarganya,

تُرْضِيَهُ عَنِّيْ بِمَا (بِمَ) شِئْتَ وَ تَهَبَ لِيْ مِنْ عِنْدِكَ رَحْمَةً، إِنَّهُ لاَ تَنْقُصُكَ الْمَغْفِرَةُ وَ لا تَضُرُّكَ

relakanlah hamba itu dengan kehendak-Mu dan anugerahkanlah rahmat-Mu kepadaku, karena pengampunan tak ‘kan mengurangi-Mu dan anugerah tak ‘kan membahayakan diri-Mu,

الْمَوْهِبَةُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَوْلِنِيْ فِيْ كُلِّ يَوْمِ إِثْنَيْنِ نِعْمَتَيْنِ مِنْكَ ثِنْتَيْنِ سَعَادَةً فِيْ أَوَّلِهِ

wahai Dzat yang lebih pengasih dari para pengasih, ya Allah, anugerahkanlah kepadaku dua nikmat di setiap hari Senin : kebahagiaan di permulaannya

بِطَاعَتِكَ وَ نِعْمَةً فِيْ آخِرِهِ بِمَغْفِرَتِكَ، يَا مَنْ هُوَ الْإِلَهُ وَ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ سِوَاهُ

dengan ketaatan kepada-Mu dan kenikmatan di penghujungnya dengan ampunan-Mu, wahai Dzat yang hanya Dialah Tuhan dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Dia seorang.

c.       Doa Hari Selasa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ حَقُّهُ كَمَا يَسْتَحِقُّهُ حَمْدًا كَثِيْرًا وَ أَعُوْذُ بِهِ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوْءِ

Segala puji bagi Allah dan segala puji adalah hak-Nya sebagaimana Ia pantas untuk memilikinya, pujian yang tak terbatas, dan akku berlindung kepada-Nya dari kejahatan nafsuku, karena hawa nafsu akan memaksaku untuk melakukan keburukan

إِلاَّ مَا رَحِمَ رَبِّيْ وَ أَعُوْذُ بِهِ مِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ الَّذِيْ يَزِيْدُنِيْ ذَنْبًا إِلَى ذَنْبِيْ وَ أَحْتَرِزُ بِهِ مِنْ كُلِّ جَبَّارٍ

kecuali yang mendapat rahmat Tuhanku, aku berlindung (kepada-Nya) dari kejahatan setan yang selalu (ingin) menambahkan dosa di atas dosa-dosaku, dan aku berlindung (kepada-Nya) dari orang-orang zalim

فَاجِرٍ وَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ وَ عَدُوٍّ قَاهِرٍ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ جُنْدِكَ فَإِنَّ جُنْدَكَ هُمُ الْغَالِبُوْنَ وَ اجْعَلْنِيْ مِنْ

yang busuk, penguasa yang lalim dan musuh yang bertindak sewenang-wenang, ya Allah, jadikanlah aku dari tentara-Mu, karena tentara-Mu pasti akan menang, jadikanlah aku dari

حِزْبِكَ فَإِنَّ حِزْبَكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْلِيَائِكَ فَإِنَّ أَوْلِيَاءَكَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ

golongan-Mu, karena hanya golongan-Mu yang akan jaya, dan jadikanlah aku dari para kekasih-Mu, karena para kekasih-Mu tidak akan pernah merasa takut dan

يَحْزَنُوْنَ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ فَإِنَّهُ عِصْمَةُ أَمْرِيْ وَ أَصْلِحْ لِيْ آخِرَتِيْ فَإِنَّهَا دَارُ مَقَرِّيْ وَ إِلَيْهَا مِنْ

susah, ya Allah perbaikilah agamaku, karena ia adalah pemantau segala urusanku, perbaikilah akhiratku, karena ia adalah tempat tinggalku yang kekal dan tempat

مُجَاوَرَةِ اللِّئَامِ مَفَرِّيْ وَ اجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِيْ فِيْ كُلِّ خَيْرٍ وَ الْوَفَاةَ رَاحَةً لِيْ مِنْ كُلِّ شَرٍّ، اَللَّهُمَّ

pelarianku dari hidup bersama orang-orang keji nan jahat, dan jadikanlah kehidupan (ini) sebagai faktor penambah kebaikanku dan kematian sebagai pembebasku dari segala kejahatan, ya Allah,

صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ وَ تَمَامِ عِدَّةِ الْمُرْسَلِيْنَ وَ عَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ وَ أَصْحَابِهِ

limpahkanlah shalawat atas Muhammad, penutup segenap para nabi dan rasul, atas keluarganya yang suci, dan para sahabatnya

الْمُنْتَجَبِيْنَ وَ هَبْ لِيْ فِي الثُّلَثَاءِ ثَلاَثًا: لاَ تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَ لاَ غَمًّا إِلاَّ أَذْهَبْتَهُ وَ لاَ عَدُوًّا

yang terpilih, dan anugerahkanlah kepadaku tiga hal di hari Selasa ini : janganlah Kau biarkan dosaku kecuali Engkau mengampuninya, tidak juga kegundahan kecuali Engkau sirnakan, dan tidak juga musuh

إِلاَّ دَفَعْتَهُ بِبِسْمِ اللَّهِ خَيْرِ الْأَسْمَاءِ بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ الْأَرْضِ وَ السَّمَاءِ أَسْتَدْفِعُ كُلَّ مَكْرُوْهٍ أَوَّلُهُ سَخَطُهُ وَ

kecuali Engkau singkirkan, dengan nama Allah, sebaik-baik nama, dengan nama Allah, Tuhan bumi dan langit kusingkirkan segala keburukan yang permulaannya adalah kemurkaan-Nya dan

أَسْتَجْلِبُ كُلَّ مَحْبُوْبٍ أَوَّلُهُ رِضَاهُ، فَاخْتِمْ لِيْ مِنْكَ بِالْغُفْرَانِ، يَا وَلِيَّ الْإِحْسَانِ

kugapai segala keinginan yang permulaannya adalah keridhaan-Nya, tutuplah kehidupanku dengan pengampunan-Mu, wahai Dzat pemiliki segala kedermawanan.

d.      Doa Hari Rabu

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَ النَّوْمَ سُبَاتًا وَ جَعَلَ النَّهَارَ نُشُوْرًا، لَكَ الْحَمْدُ أَنْ بَعَثْتَنِيْ مِنْ

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan malam sebagai baju, menjadikan tidur sebagai ketenangan, dan menjadikan siang sebagai tempat untuk beraktifitas, segala puji bagi-Mu yang telah membangkitkanku dari

مَرْقَدِيْ وَ لَوْ شِئْتَ جَعَلْتَهُ سَرْمَدًا حَمْدًا دَائِمًا لاَ يَنْقَطِعُ أَبَدًا وَ لاَ يُحْصِيْ لَهُ الْخَلاَئِقُ عَدَدًا، اَللَّهُمَّ لَكَ

tidurku, dan jika Engkau menghendaki, niscaya akan Kau jadikan sebagai tidur abadi, pujian abadi yang tak ‘kan pernah terputus dan tak terhitung jumlahnya oleh para makhluk, ya Allah, segala puji bagi-Mu

الْحَمْدُ أَنْ خَلَقْتَ فَسَوَّيْتَ وَ قَدَّرْتَ وَ قَضَيْتَ وَ أَمَتَّ وَ أَحْيَيْتَ وَ أَمْرَضْتَ وَ شَفَيْتَ وَ عَافَيْتَ وَ

yang telah mencipta lalu memperindah (ciptaan itu), menentukan Qadâ` dan Qadarnya, mematikan dan menghidupkan, menyakitkan dan menyembuhkan, menganugerahkankeselamatan dan

أَبْلَيْتَ، وَ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَيْتَ وَ عَلَى الْمُلْكِ احْتَوَيْتَ، أَدْعُوْكَ دُعَاءَ مَنْ ضَعُفَتْ وَسِيْلَتُهُ،

menurunkan mala petaka, bersemayam di atas ‘Arsy dan menguasai segala kerajaan, aku memanjatkan doa kepada-Mu bak orang yang t’lah tak berdaya,

وَ انْقَطَعَتْ حِيْلَتُهُ وَ اقْتَرَبَ أَجَلُهُ وَ تَدَانَى فِي الدُّنْيَا أَمَلُهُ وَ اشْتَدَّتْ إِلَى رَحْمَتِكَ فَاقَتُهُ وَ عَظُمَتْ

sudah dekat ajalnya, sudah pupus di dunia harapannya, sangat memerlukan kepada rahmat-Mu kemiskinannya, telah melangit

لِتَفْرِيْطِهِ حَسْرَتُهُ وَ كَثُرَتْ زَلَّتُهُ وَ عَثْرَتُهُ وَ خَلُصَتْ لِوَجْهِكَ تَوْبَتُهُ، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ

karena kelengahannya penyesalannya, telah menggunung kesalahannya, dan murni demi Dia seorang taubatnya, limpahkan salawat atas Muhammad, penutup segenap para nabi

وَ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ وَ ارْزُقْنِيْ شَفَاعَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ لا تَحْرِمْنِيْ

dan atas keluarganya yang suci, anugerahkanlah kepadaku syafa’at Muhammad SAWW dan jangan Kau pisahkan aku darinya,

صُحْبَتَهُ، إِنَّكَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اقْضِ لِيْ فِي الْأَرْبَعَاءِ أَرْبَعًا: اجْعَلْ قُوَّتِيْ فِيْ طَاعَتِكَ وَ

sesungguhnya Engkau lebih pengasih dari para pengasih, ya Allah, takdirkanlah bagiku empat hal di hari Rabu ini : kuatkanlah aku dalam menaati-Mu,

نَشَاطِيْ فِيْ عِبَادَتِكَ وَ رَغْبَتِيْ فِيْ ثَوَابِكَ وَ زُهْدِيْ فِيْمَا يُوْجِبُ لِيْ أَلِيْمَ عِقَابِكَ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لِمَا تَشَاءُ

berilah semangat kepadaku dalam beribadah kepada-Mu, rindukanlah aku akan pahala-Mu, dan jauhkanlah aku dari setiap perilaku yang dapat menyebabkan siksa-Mu yang pedih, sesungguhnya Engkau Maha Lembut atas segala yang Kau kehendaki.

e.       Doa Hari Kamis

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

اًلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَذْهَبَ اللَّيْلَ مُظْلِمًا بِقُدْرَتِهِ وَ جَاءَ بِالنَّهَارِ مُبْصِرًا بِرَحْمَتِهِ وَ كَسَانِيْ ضِيَاءَهُ وَ أَنَا

Segala puji bagi Allah yang telah melenyapkan malam yang gulita dengan kekuatan-Nya, mendatangkan siang yang terang-benderang dengan rahmat-Nya, dan menyelimutiku dengan cahanya sedang aku

فِيْ نِعْمَتِهِ، اَللَّهُمَّ فَكَمَا أَبْقَيْتَنِيْ لَهُ فَأَبْقِنِيْ لِأَمْثَالِهِ، وَ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ لاَ تَفْجَعْنِيْ فِيْهِ وَ

tenggelam dalam dalam nikmat-Nya, ya Allahm sebagaimana Engkau telah menghidupkan (di hari ini), pertahankanlah hidupku di hari-hari yang serupa, llimpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarganya, di saat siang dan malam, jangan Kau jadikan aku risau

فِيْ غَيْرِهِ مِنَ اللَّيَالِيْ وَ الْأَيَّامِ بِارْتِكَابِ الْمَحَارِمِ وَ اكْتِسَابِ الْمَآثِمِ وَ ارْزُقْنِيْ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ مَا فِيْهِ وَ

dengan perbuatan haram dan doa, anugerhakanlah kepadaku kabikan siang dan malam tersebut, kebaikan segala yang terdapat di dalamnya,

خَيْرَ مَا بَعْدَهُ وَ اصْرِفْ عَنِّي شَرَّهُ وَ شَرَّ مَا فِيْهِ وَ شَرَّ مَا بَعْدَهُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ بِذِمَّةِ الْإِسْلاَمِ أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ

dan setelah (malam dan siang itu berlalu), dan jauhkan dariku keburukannya, keburukan yang terdapat di dalamnya, dan setelah (siang dan malam itu berlalu), ya Allah, demi Islam aku bertawassul kepada-Mu,

وَ بِحُرْمَةِ الْقُرْآنِ أَعْتَمِدُ عَلَيْكَ وَ بِمُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ أَسْتَشْفِعُ لَدَيْكَ، فَاعْرِفِ

demi kesucian al-Qur’an aku bergantung kepada-Mu, dan demi Muhammad Al-Mustafâ SAWW aku memohon syafa’at ke haribaan-Mu, dengan demikian, ya Allah, ajarkanlah

اللَّهُمَّ ذِمَّتِيَ الَّتِيْ رَجَوْتُ بِهَا قَضَاءَ حَاجَتِيْ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اقْضِ لِيْ فِي الْخَمِيْسِ خَمْسًا لاَ

kepadaku tanggungan dan kewajiban (yang dengan mengerjakannya) aku dapat berharap semua hajatku terkabulkan, wahai Dzat yang lebih pengasih dari para pengasih, ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di hari Kamis ini lima hal yang tidak

يَتَّسِعُ لَهَا إِلاَّ كَرَمُكَ وَ لاَ يُطِيْقُهَا إِلاَّ نِعَمُكَ سَلاَمَةً أَقْوَى بِهَا عَلَى طَاعَتِكَ وَ عِبَادَةً أَسْتَحِقُّ بِهَا

dimiliki kecuali oleh kedermawanan-Mu dan tidak mampu (mengabulkannya) kecuali nikmat-nikmat-Mu : keselamatan sehingga ku dapat menaati-Mu, (kesempurnaan) ibadah sehingga aku berhak menerima

جَزِيْلَ مَثُوْبَتِكَ وَ سَعَةً فِي الْحَالِ مِنَ الرِّزْقِ الْحَلاَلِ وَ أَنْ تُؤْمِنَنِيْ فِيْ مَوَاقِفِ الْخَوْفِ بِأَمْنِكَ وَ

agungnya pahala-Mu, ketenangan jiwa dengan kelapangan rezeki yang halal, dalam situasi takut, curahkanlah rasa aman atas diriku, dan

تَجْعَلَنِيْ مِنْ طَوَارِقِ الْهُمُوْمِ وَ الْغُمُوْمِ فِيْ حِصْنِكَ، وَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْ تَوَسُّلِيْ

lindungilah aku di dalam benteng-Mu dari serangan kesusahan dan kegundahan, limpahkanlah salawat atas Muhammad dan keluarganya, dan jadikanlah tawassulku

بِهِ شَافِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَافِعًا، إِنَّكَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

dengannya sebagai penyafaatku di hari Kiamat, sesungguhnya Engkau lebih pengasih dari para pengasih.

f.       Doa Hari Jumat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْأَوَّلِ قَبْلَ الْإِنْشَاءِ وَ الْإِحْيَاءِ وَ الْآخِرِ بَعْدَ فَنَاءِ الْأَشْيَاءِ الْعَلِيْمِ الَّذِيْ لاَ يَنْسَى مَنْ ذَكَرَهُ،

Segala puji bagi Allah Yang Maha Awwal sebelum menciptakan dan menghidupkan, Maha Akhir setelah sirnanya segala sesuatu, dan Maha Mengetahui yang tak ‘kan melupakan orang yang mengingat-Nya,

وَ لاَ يَنْقُصُ مَنْ شَكَرَهُ وَ لاَ يَخِيْبُ مَنْ دَعَاهُ وَ لاَ يَقْطَعُ رَجَاءَ مَنْ رَجَاهُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أُشْهِدُكَ وَ كَفَى

tidak akan mengurangi (nikmat-Nya) orang yang bersyukur kepada-Nya, tak ‘kan kecewa orang yang memanjatkan doa kepada-Nya, dan Ia tak ‘kan memutuskan harapan orang yang menggantungkan harapan kepada-Nya, ya Allah, aku mempersaksikan-Mu – dan cukuplah

بِكَ شَهِيْدًا وَ أُشْهِدُ جَمِيْعَ مَلاَئِكَتِكَ وَ سُكَّانَ سَمَاوَاتِكَ وَ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَ مَنْ بَعَثْتَ مِنْ أَنْبِيَائِكَ وَ

Engkau sebagai saksi –, semua malaikat-Mu, penduduk langit-Mu, para pemikul ‘Arsy-Mu, para nabi dan rasul yang telah Kau utus, dan

رُسُلِكَ وَ أَنْشَأْتَ مِنْ أَصْنَافِ خَلْقِكَ أَنِّيْ أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ وَ لاَ

semua jenis makhluk-Mu bahwa aku bersaksi, Engkau adalah Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu dan tiada

عَدِيلَ وَ لا خُلْفَ لِقَوْلِكَ وَ لا تَبْدِيْلَ، وَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ عَبْدُكَ وَ رَسُوْلُكَ أَدَّى مَا

yang sejajar, dan janji-janji-Mu tak ‘kan pernah diingkari dan berubah, (dan aku bersaksi), sesungguhnya Muhammad SAWW adalah hamba dan Rasul-Mu, ia telah menyampaikan risalah yang telah

حَمَّلْتَهُ إِلَى الْعِبَادِ وَ جَاهَدَ فِي اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ حَقَّ الْجِهَادِ وَ أَنَّهُ بَشَّرَ بِمَا هُوَ حَقٌّ مِنَ الثَّوَابِ وَ أَنْذَرَ

Kauletakkan di atas pundaknya kepada hamba-hamba(-Mu), ia telah berjihad fî sabîlillâh dengan sungguh-sungguh, ia telah memberikan kabar gembira (kepada mereka) dengan janji pahala, dan memperingatkan mereka

بِمَا هُوَ صِدْقٌ مِنَ الْعِقَابِ اللَّهُمَّ ثَبِّتْنِي عَلَى دِيْنِكَ مَا أَحْيَيْتَنِيْ وَ لاَ تُزِغْ قَلْبِيْ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِيْ وَ هَبْ

dengan siksa dan ancaman yang pasti datang. Ya Allah, tetapkanlah aku atas agama-Mu selama Engkau menghidupkanku, jangan Kau sesatkan hatiku setelah Engkau menganugerhakan kepadanya petunjuk, dan limpahkanlah

لِيْ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَتْبَاعِهِ وَ

rahmat-Mu atas diriku, sesungguhnya Engkau Maha Penganugerah, curahkanlahsalawat atas Muhammad dan keluarganya, jadikanlah aku sebagai

شِيْعَتِهِ، وَ احْشُرْنِيْ فِيْ زُمْرَتِهِ، وَ وَفِّقْنِيْ لِأَدَاءِ فَرْضِ الْجُمُعَاتِ وَ مَا أَوْجَبْتَ عَلَيَّ فِيْهَا مِنَ الطَّاعَاتِ

pengikutnya, bangkitkanlah aku di hari Mahsyar bersama kelompoknya, dan anugerahkanlah taufik kepadaku untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban hari Jumat, segala ketaatan yang telah Kau wajibkan pada hari itu, dan (untuk memperoleh)

وَ قَسَمْتَ لِأَهْلِهَا مِنَ الْعَطَاءِ فِيْ يَوْمِ الْجَزَاءِ، إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

anugerah yang akan Kau berikan kepada mereka yang berhak di hari pembalasan, sesungguhnya Engkau Maha Kuat nan Bijaksana.

g.      Doa Hari Sabtu

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

بِسْمِ اللَّهِ كَلِمَةِ الْمُعْتَصِمِيْنَ وَ مَقَالَةِ الْمُتَحَرِّزِيْنَ وَ أَعُوْذُ بِاللَّهِ تَعَالَى مِنْ جَوْرِ الْجَائِرِيْنَ وَ كَيْدِ

Bismillâh adalah dzikir orang-orang yang terjaga dari dosa dan ucapan orang-orang yang bertakwa, aku berlindung kepada Allah dari kelaliman orang-orang lalim, makar

الْحَاسِدِيْنَ وَ بَغْيِ الظَّالِمِيْنَ، وَ أَحْمَدُهُ فَوْقَ حَمْدِ الْحَامِدِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْوَاحِدُ بِلاَ شَرِيْكٍ وَ الْمَلِكُ بِلاَ

para penghasud, dan kezaliman orang-orang zalim, dan kuhaturkan puji kepada-Nya melebihi pujian para pemuji, ya Allah, Engkau adalah Esa yang tak bersekutu dan pemilik segala sesuatu tanpa

تَمْلِيْكٍ، لاَ تُضَادُّ فِيْ حُكْمِكَ وَ لاَ تُنَازَعُ فِيْ مُلْكِكَ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَ رَسُوْلِكَ وَ

ada yang memberikannya kepadanya, hukum-Mu tak terbantahkan dan kerajaan-Mu tak tersaingi, aku mohon kepada-Mu agar Engkau melimpahkan shalawat atas Muhammad, hamba dan Rasul-Mu,

أَنْ تُوْزِعَنِيْ مِنْ شُكْرِ نُعْمَاكَ مَا تَبْلُغُ بِيْ غَايَةَ رِضَاكَ وَ أَنْ تُعِيْنَنِيْ عَلَى طَاعَتِكَ وَ لُزُوْمِ عِبَادَتِكَ وَ

membantuku dalam mensyukuri nikmat-nikmat-Mu sehingga ridha atas diriku, menolongku dalam menaati-Mu, senantiasa beribadah kepada-Mu dan

اسْتِحْقَاقِ مَثُوْبَتِكَ بِلُطْفِ عِنَايَتِكَ وَ تَرْحَمَنِيْ بِصَدِّيْ (وَ صُدَّنِيْ) عَنْ مَعَاصِيْكَ مَا أَحْيَيْتَنِيْ وَ تُوَفِّقَنِيْ

meraih pahala-Mu, merahmatiku dengan mencegahku dari bermaksiat kepada-Mu selama Engkau menghidupkanku, menganugerahkan taufik kepadaku

لِمَا يَنْفَعُنِي مَا أَبْقَيْتَنِي وَ أَنْ تَشْرَحَ بِكِتَابِكَ صَدْرِيْ وَ تَحُطَّ بِتِلاَوَتِهِ وِزْرِيْ وَ تَمْنَحَنِي السَّلاَمَةَ فِيْ

untuk mengerjakan apa yang bermanfaat bagiku selama aku masih berada (di dunia ini), melapangkan dadaku dengan Kitab-Mu, meleburkan dosa-dosaku dengan membacanya, menganugerahkan kepadaku keselamatan dalam

دِيْنِيْ وَ نَفْسِي، وَ لاَ تُوْحِشَ بِيْ أَهْلَ أُنْسِيْ وَ تُتِمَّ إِحْسَانَكَ فِيْمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِيْ كَمَا أَحْسَنْتَ فِيْمَا

agama dan diriku, jangan Kau jauhkan dariku orang-orang yang dekat denganku, dan sempurnakanlah kebaikan-Mu atasku di sisa uurku ini sebagaimana Engkau telah berbuat baik (kepadaku) di

مَضَى مِنْهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ‏

masa-masa lalu, wahai Dzat yang lebih pengasih dari para pengasih

Bacaan Doa Harian

Bacaan Doa Dan Zikir Isnin hingga Ahad

Isnin
 لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ اِلا بِا للهِ الْعَلَيِ الْعَظَيْمِ

Selasa
اللهُّمَّ صَلَى عَبْدِكَ ورسولك 
وَنَّبِيِّكَ الا مِيْنَ
وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Rabu
اَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمِ

Khamis
ِسُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْم

Jumaat
ِيَا اللهُ

Sabtu
لا اِلَهَ اِلا اللَّه

Ahad
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ

Rabu, 24 Januari 2018

Zakat Perniagaan

Zakat Perniagaan

Setiap harta hasil berniaga wajib dizakatkan. Besar zakatnya 2,5 persen dikeluarkan setelah dikurangi utang, telah mencapai nisab dan telah mencapai haul.

Zakat perniagaan adalah zakat yang dikeluarkan dari harta niaga.

Sedangkan harta niaga adalah harta atau aset yang diperjualbelikan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan. Dengan demikian maka dalam harta niaga harus ada 2 motifasi:

1. Motifasi untuk berbisnis (diperjualbelikan) dan

2. Motifasi mendapatkan keuntungan

Apabila tidak ada 2 motifasi tersebut maka tidak termasuk dalam harta atau aset niaga. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menghitung zakat perniagaan adalah membedakan antara aset niaga dan bukan aset niaga. Jika termasuk aset niaga maka harus dizakati tetapi jika tidak termasuk maka tidak wajib dizakati.

Misalnya, jika ada seseorang yang jual rumah atau tanah hanya sekali saja atau membeli tanah tidak untuk diperjualbelikan melainkan hanya untuk saving saja maka tidak termasuk aset niaga oleh karenanya tidak wajib dizakati. Tetapi jika menjual atau membeli rumah kemudian beli untuk dijual lagi dan begitu seterusnya dengan 2 motifasi tersebut di atas, maka yang demikian itu termasuk harta niaga oleh karenanya wajib dizakati.

Di antara yang termasuk aset perniagaan adalah tanah yang diperjualbelikan, aset yang belum terjual seperti aset inventori yang barangnya masih di dalam gudang.

Dalil Umum

“Ambillah dari sebagian harta orang kaya sebagai sedekah (zakat), yang dapat membersihkan harta mereka dan mensucikan jiwa mereka, dan do’akan lah mereka karena sesungguh nya do’amu dapat memberi ketenangan bagi mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.” (At Taubah: 103)

Dalil Khusus

“ Wahai orang- orang yang beriman, infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik …” (Al Baqarah: 267)

Ketentuan Zakat Perniagaan

1. Nisab zakat niaga adalah senilai dengan 85 gram emas

2. Usaha tersebut telah berjalan selama 1 tahun Hijriyah

3. Kadar yang dikeluarkan adalah 2,5%

4. Dapat dibayarkan dengan uang atau barang

5. Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan

Cara Menghitung Zakat Perniagaan

(Modal diputar + keuntungan + piutang) – (hutang + kerugian) x 2,5% = Zakat

Contoh :

Bapak Andi seorang pedagang kelontong, walaupun tokonya tidak begitu besar ia memiliki aset (modal) sebanyak Rp20.000.000,. Ia mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp3.000.000,- /bulan. Usaha itu ia mulai pada bulan Januari 2011, setelah berjalan 1 tahun, ia mempunyai piutang yang dapat dicairkan sebesar Rp3.000.000,- dan hutang yang harus ia bayar pada bulan tersebut sebesar Rp5.000.000 Berapa zakat yang harus Bapak Andi bayar ?

Asumsi harga emas adalah Rp500.000/gram

Jawab :

Ketentuan zakatnya:

1. Zakat dagang dianalogikan kepada zakat emas, nisabnya adalah 85 gram emas, mencapai haul dan dengan tarif 2,5%.

2. Aset atau modal yang dimiliki =Rp20.000.000,-

3. Keuntungan setiap bulan = Rp3.000.000,- x 12 = Rp36.000.000,-

4. Piutang sejumlah = Rp3.000.000,-

5. Hutang sejumlah = Rp5.000.000,-

Penghitungan zakatnya adalah:

(Modal + untung + piutang ) – (hutang ) x 2,5%= zakat

(20.000.000 + 36.000.000 + 3.000.000) – (5.000.000,-) = 54.000.000 x 2,5% = Rp 1.35.000,-

Jadi zakatnya adalah Rp1.350.000,-

Zakat emas, perak dan uang

Zakat emas, perak dan uang tidak diwajibkan kecuali memenuhi 5 persyaratan:

Orang yang memilikinya adalah seorang muslimOrang yang memilikinya merdeka dan bukan budakEmas, perak dan uang tersebut dimiliki dengan sempurnaJumlahnya telah mencapai nishab zakatSelama satu tahun penuh jumlahnya tidak berkurang dari nishab.

Berapakah nishab emas?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ فِي أَقَلَّ مِنْ عِشْرِينَ مِثْقَالاَ مِنَ الذَّهَبِ، وَلاَ فِي أَقَلَّ مِنْ مِائَتَيْ دِرْهَمٍ صَدَقَةٌ

“Tidak ada zakat untuk emas yang di bawah 20 mitsqal dan perak yang di bawah 200 dirham.”[HR Abu ‘Ubaid dalam ‘Al-Amwal’ hal. 501 no. 1113. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa-ul-ghalilno. 815.]

Menurut versi ‘Mu’jam Lughah Al-Fuqaha’, 1 mitsqal = 4,24 gram. Sehingga 20 mitsqal = 4,24 gram x 20 = 84,8 gram.

Pemerintah kita menetapkan nishab zakat emas sebesar 85 gram emas murni. Pendapat ini dipegang juga oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Pendapat 85 gram inilah yang kita pegang. Allahu a’lam.

Apabila seseorang memiliki emas sejumlah 85 gram emas atau lebih, maka dia belum berkewajiban membayar zakat, kecuali jumlah 85 gram atau lebih tersebut dimiliki selama satu tahun dan tidak berkurang dari 85 gram emas.

Setelah satu tahun barulah dia berkewajiban mengeluarkan zakatnya. Akan tetapi jika dia ingin mengeluarkannya sebelum sampai satu tahun, maka hal tersebut diperbolehkan.

Apabila seseorang memiliki emas seberat 100 gram di tanggal 1 Muharram 1435 H, kemudian sampai tahun depannya jumlah tersebut masih tetap bertahan di atas nishab, misalkan 88 gram di tanggal 1 Muharram 1436 H, maka dia berkewajiban mengeluarkan zakatnya.

Akan tetapi, jika ternyata pada tanggal 5 Ramadhan 1435 H, emasnya berkurang menjadi 80 gram atau di bawah nishab, maka batallah perhitungan yang sebelumnya. Jadi hari-hari dari tanggal 1 Muharram 1435 H sampai 4 Ramadhan 1435 H tidak dihitung lagi. Dia mulai menghitung lagi hari pertama memiliki nishab apabila dia kembali memiliki 85 gram emas atau lebih.

Menurut pendapat yang saya condong memilihnya dan inilah pendapat Lajnah Daimah Wal-Ifta’ (Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabiyah), perhitungan zakat emas, perak, uang dan barang dagangan digabungkan seluruhnya.

Saya lebih condong kepada pendapat yang mengatakan bahwa nishab uang dan barang dagangan disetarakan atau dikonversi ke nishab emas. Sehingga perhitungannya digabungkan dengan emas.

Adapun perak, dia memiliki nishab tersendiri yaitu 200 dirham, setara dengan 140 mitsqal, 140 mitsqal x 4,24 gram = 593,6 gram. Atau 595 gram sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah kita dan inilah pendapat yang dipilih Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.

Misalkan seseorang memiliki harta di akhir tahunnya sebagai berikut:

Emas 15 gramUang sebesar Rp 10 jutaUang sebesar 4000 realBarang dagangan berharga jual Rp 15 juta.

Maka perhitungannya:

Uang rupiah kita konversi ke emas = Rp 10 juta : Rp 495.000,00/gram = 20,2 gram

Uang real kita konversi ke emas = 4000 real : 165 real/gram = 24,24 gram

Barang dagangan = Rp 15 juta : Rp 495.000,00/gram = 30,3 gram

Dengan demikian kita mengetahui jumlahnya setelah dikonversi ke emas adalah = 15 + 20,2 + 24,24 + 30,3 gram = 89,74 gram. (Ini untuk harga 1 gram emas = Rp 495 ribu)

Dengan demikian kita mengetahui bahwa orang tersebut terkena kewajiban membayar zakat karena hartanya lebih dari 85 gram emas.

Berapa besar zakatnya?

Besar zakat yang dikeluarkan adalah sebesar 2,5 % dari harta tersebut. Jadi orang tersebut terkena zakat sebesar = 2,5 % x 89,74 gram = 2,2435 gram emas.

Jika ingin membayar zakat dengan emas, maka dipersilakan dan jika ingin membayar zakat dengan uang rupiah, maka tidak mengapa. 2,2435 gram emas x Rp 495 ribu/gram = Rp 1.110.532,00

Bagaimana jika saya memiliki perak, emas dan juga uang?

Sebelumnya telah saya katakan perhitungan perak, emas dan uang seluruhnya digabungkan. Untuk menghitung apakah seseorang berkewajiban membayar zakat atau tidak, maka bisa menggunakan rumus yang saya buat:

(Nz) = (berat emas:nishab emas) + (berat perak: nishab perak)

Apabila nilai (Nz) di atas 1 maka dia terkena kewajiban zakat. Jika Nz di bawah 1 maka dia tidak terkena kewajiban zakat.

Rumus ini saya buat untuk mempermudah perhitungan yang sangat panjang yang ditulis di buku-buku fiqih yang sependapat dengan pendapat ini

Misalkan seseorang memiliki:

Emas 50 gramPerak 300 gramUang Rp 5 juta

Maka kita konversi uang tersebut ke emas terlebih dahulu = Rp 5 juta : Rp 495.000/gram = 10,10 gram emas.

Sehingga emas tersebut berjumlah = 50 gram + 10,10 gram = 60,10 gram.

Kita gunakan rumus:

Nz = (60,10 gram emas : 85 gram emas) + (300 gram perak : 595 gram perak) = 0,707 + 0,504 = 1,211

Jadi orang tersebut wajib mengeluarkan zakatnya 2,5 % karena Nz bernilai lebih dari 1.

Dan zakat emas dan perak untuk membayarnya bisa dikonversi ke uang rupiah sekarang ini. Untuk kasus di atas untuk emas = 2,5 % x 60,10 gram x Rp 495.000,00/gram = Rp 743.737,00 dan untuk peraknya = 2,5 % x 300 gram x Rp 11.500,00/gram = Rp 86.250,00 .

Dengan penjelasan yang telah saya paparkan. Insya Allah soal Bapak bisa terjawab.

Allahu a’lam bishshawab. Billahittaufiq.